Seminar Nasional Penelitian dan Pendidikan Kimia, 9 Oktober 2004 1 SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENDIDIKAN KIMIA “Kontribusi Penelitian Kimia Terhadap Pengembangan Pendidikan Kimia” SINTESIS POLI(ESTER-URETAN) DARI SENYAWA β -BUTIROLAKTON SEBAGAI ALTERNATIF POLIMER YANG BERSIFAT MUDAH TERBIODEGRADASI M. Hasan 1) , S.I. Rahayu 2) , C.L. Radiman 2) , I M. Arcana 2) 1) Staf Pengajar Jurdik Kimia FKIP Univ. Syiah Kuala Banda Aceh 2) Staf Pengajar Departemen Kimia Institut Teknologi Bandung ABSTRAKS Sintesis poli(ester-uretan) dari senyawa β-butirolakton telah dilakukan dengan menggunakan katalis kompleks distannokasan. Sintesis dilangsungkan pada suhu 100 o C dan tekanan 2–5 mmHg. Monomer β-butirolakton yang akan digunakan terlebih dahulu dimurnikan dengan cara destilasi vakum. Proses sintesis dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pembentukan prepolimer antara senyawa β-butirolakton dan neopentil glikol dan tahap pembentukan polimer, yaitu reaksi antara prepolimer yang diperoleh pada tahap pertama dengan difenil metana diisosianat (MDI). Karakterisasi terhadap prepolimer dan poli(ester-uretan) meliputi: analisis sifat termal, penentuan sifat fisik, dan uji sifat mekanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik seperti viskositas cenderung meningkat dengan bertambahnya kandungan monomer β-butirolakton dalam prepolimer. Demikian juga sifat termal, dimana titik leleh juga meningkat pada kondisi tersebut. Adapun sifat poli(ester-uretan) tergantung pada komposisi prepolimer dan MDI. Kata Kunci: β -butirolakton, Prepolimer, Poli(Ester-Uretan). 1. Pendahuluan Produksi plastik sebagai bahan pengemas, peralatan rumah tangga, pipa, komponen kendaraan bermotor dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini dilakukan mengingat plastik sangat praktis pemakaiannya, dibanding produk serupa dari bahan logam. Bahan baku plastik yang digunakan umumnya berasal dari polimer sintetik seperti polipropilena (PP), polietilena (PE), polivinilklorida (PVC), polistirena (PS), dan sebagainya. Polimer sintetik terutama jenis poliolefin merupakan polimer yang relatif tahan terhadap degradasi baik oleh mikroba yang ada dalam tanah maupun degradasi yang disebabkan oleh pengaruh radiasi sinar matahari. Akibatnya semakin lama pencemaran lingkungan dari limbah plastik ini semakin meningkat dan dapat menjadi ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan hidup. Untuk mengatasi hal ini banyak upaya yang telah dilakukan, diantaranya sampah plastik dibakar. Dalam hal ini timbul masalah baru yakni terjadinya pencemaran udara dengan dihasilkannya gas karbon monoksida (CO) sebagai akibat pembakaran tidak sempurna, disamping gas beracun lainnya, seperti gas HCN, HCl, dan lain- lain. Upaya lainnya yang sedang dikembangkan yaitu membuat suatu material plastik yang mudah terdekomposisi oleh mikroba (biodegradable ) dan mudah terdegradasi oleh pengaruh radiasi sinar matahari (fotodegradable ).