KEARIFAN LOKAL PEMBENTUK KARAKTER MASYARAKAT NIAS Ketut Wiradnyana Balai Arkeologi Medan Pendahuluan Pulau Nias merupakan salah satu pulau yang penduduknya memiliki proses pembentukan budaya yang sangat panjang. Berbagai bentuk kebudayaan dengan unsur-unsurnya merupakan hasil dari proses budaya masa prasejarah yang memberikan pengaruh bagi kebudayaan Nias. Adapun budaya masa prasejarah yang bukti-buktinya terekam dari hasil penelitian di antaranya adalah budaya Paleolitik 1 , Mesolitik 2 , Neolitik 3 (Megalitik 4 ) dan budaya Dongson 5 (perunggu). Masing masing budaya tersebut cenderung dibawa oleh kelompok manusia dengan ras yang berbeda, tentu pembauran manusia dan budaya sangat mungkin pernah berlangsung di wilayah ini. Sehingga bentuk budaya yang ada merupakan hasil pembauran yang telah disepakati sebagai sebuah budaya yang dapat diterima seluruh masyarakatnya. Adanya pembauran manusia dan budaya tentu juga telah ada pembauran tata nilai yang dilandasai dengan kesepakatan bersama, sehingga nilai-nilai tersebut dapat diterima oleh semua warga masyarakat dan berlaku lama. Kalau diamati budaya materi masyarakat Nias sekarang ini maka cenderung lebih dominan akar budayanya mencirikan masa Neolitik dengan budaya Megalitiknya. Berkembangnya budaya Neolitik tersebut diindikasikan adanya migrasi terakhir yang membawa budaya itu dengan aspek teknologi, mata pencaharian hidup dan religi yang lebih maju dan kompleks dibandingkan dengan budaya sebelumnya. Folklor masyarakat juga menggambarkan proses migrasi terakhir yang dilengkapi dengan informasi adanya religi, struktur dalam masyarakat, organisasi sosial, penggunaan logam dan telah dikenalnya padi (lihat Mendrofa,1981; Wiradnyana, 2010:164189). Dengan panjangnya periode hegemoni manusia di wilayah Pulau Nias ini, maka berbagai nilai sosial tentu juga telah berlangsung dari sejak adanya manusia pada masa prasejarah hingga masa sekarang. Nilai-nilai yang disepakati dan masih sesuai dengan kondisi di masa sekarang tersebut merupakan kearifan lokal. Kearifan tersebut merupakan salah satu landasan bagi masyarakat dalam beraktivitas agar masyarakat menjadi lebih teratur dalam kehidupannya. Keteraturan tersebut tidak hanya menyangkut hubungan antarmanusia tetapi juga hubungan manusia dengan lingkungan. Beberapa nilai-nilai yang ada pada masyarakat 1 Pembabakan masa dalam arkeologi yang didasarkan atas aspek teknologi peralatan batu yang sangat sederhana dan aspek ekonominya dikaitkan dengan akvitas berburu dan mengumpulkan makanan yang masih sederhana. 2 Pembabakan masa dalam arkeologi yang lebih maju dibandingkan masa Paleolik. 3 Pembabakan masa dalam arkeologi yang didasarkan atas aspek teknologi peralatan batu yang telah diupam. Adapun bentuk peralatan batunya diantaranya adalah kapak lonjong dan kapak persegi. Pembabakan ini sering juga dikaitkan dengan kelompok pengusung budaya Austronesia dengan aspek budaya diantaranya adalah pertanian, pelayaran dan penggunaan gerabah. Di Indonesia perkembangan budaya ini bermula sekitar 3500 tahun yang lalu 4 Merupakan salah satu kebudayaan yang berkembang di masa Neolik, aspek budaya yang menonjol adalah religi yang berkaitan dengan pemujaan terhadap leluhur termasuk didalamnya aspek Animisme/Dinamisme yang disertai pendirian monumen dalam kaitannya dengan religi dan sosial 5 Salah satu kebudayaan yang berkembang pada masa perunggu-besi yang juga nama daerah di Vietnam bagian utara. Adapun salah satu ciri budaya ini adalah penggunaan bahan logam (perunggu) dengan berbgai bentuk dan pola hiasnya. 1