Jurnal Geoaplika (2008) Volume 3, Nomor 1, hal. 001 – 009 Taat Setiawan Deny Juanda P. Budi Brahmantyo D. Erwin Irawan Interpretasi Sistem Hidrogeologi Kars Berdasarkan Analisis Kelurusan Morfologi (Studi kasus kawasan kars Cijulang, Kab. Ciamis, Jawa Barat) Diterima : 8 Januari 2008 Disetujui : 27 Febr. 2008 @ Geoaplika 2007 Taat Setiawan * Pusat Lingkungan Geologi DESDM, Jl. Diponegoro No. 57, Bandung E-mail : taat_setia@yahoo.com Deny Juanda P. KK Geologi Terapan, FITB-ITB Jl. Ganesha No. 10, Bandung Email: denyjp@gc.itb.ac.id Budi Brahmantyo KK Geologi Terapan, FITB-ITB Jl. Ganesha No. 10, Bandung Email: buribr@gc.itb.ac.id Dasapta Erwin Irawan KK Geologi Terapan, FITB-ITB Jl. Ganesha No. 10, Bandung Email: erwin@gc.itb.ac.id * Alamat korespondensi Abstrak – Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sistem hidrogeologi kars di daerah Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Dengan analisis kelurusan dan analisis air mata air kars. Daerah penelitian secara stratigrafi terletak pada Anggota Batugamping Formasi Pamutuan yang tersusun atas kalkarenit dengan perselingan kalsilutit dan batulempung karbonatan. Sistem hidrogeologi kars secara regional dikontrol oleh rekahan berarah utara-selatan, baratlaut-tenggara, dan barat-timur. Keterdapatan mataair kars sebagian besar dikontrol oleh lapisan kedap air berupa batulempung karbonatan sebagai mataair tipe contact free draining spring. Zonasi hidrogeologi kars secara garis besar dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona kering berada paling atas, zona transisi, yang terletak pada elevasi 100 – 35 mdpl. dan zona aliran pada elevasi 35 – 20 dpl Pada musim kemarau, debit mataair di zona menerus dalam kondisi minimal (< 1l/dt) dan beberapa diantaranya membentuk mataair permanen. Tingginya densitas kelurusan morologi (5- 9/km 2 ) menunjukkan intensifnya jaringan rekahan yang terbentuk sebagai tempat terakumulasinya air. Pada zona aliran menerus, karakter debit mataair relatif besar dan bersifat permanen. Karakter aliran airtanah didominasi berarah horizontal yang merupakan akumulasi air dari zona di atasnya dengan air yeng berasal dari daerah tangkapan air yang lebih luas. Kata kunci : Analisis kelurusan morfologi, debit mataair kars, zonasi hidrogeologi kars Abstract – The objective of this research is to identify the karst hydrogeological system in Cijulang area, Ciamis, West Java, by using morphological lineaments analysis and validated with karst spring data from field investigation. Stratigraphycally, the research area lies at Limestone Member of Pamutuan Formation that consists of calcarenite with calcilutite and calcareous claystone alternation . Regional hydrogeological system is controlled by fractures with N- S, NW-SE, and E-W orientations. The karst spring emerging mechanism is mostly controlled by impermeable layers of calcareous claystone as a contact free draining spring. The zones of karst hydrogeology are divided into dry zone that lies uppermast, transition zone, that lies at 100-35 masl. and continous watercirculation zone at 35- 20masl. In dry season, at transition zone karst springs have minimum discharge (<1 l/s) and some of them are permanent karst spring. High lineaments density (5-9/km 2 ) indicates intensiveness of the fractures system. In the continuous water circulation zone, discharge karst springs are permanent and have high discharge. The characteristic of water flow is predominated by horizontal direction which is accumulation from the upper zone and from the wider catchment area. Keywords : Morphological lineaments analysis, karst spring discharge, zone of karst hydrogeology 1