1 PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI TELADAN Oleh Jejen Musfah, dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jejenjuni02@gmail.com Latar Belakang Pentingnya kesadaran pelaksana pendidikan terhadap pendidikan karakter sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal ini berkaitan dengan sudah terang benderangnya perilaku korup dan tercela yang dilakukan oleh hampir semua pejabat publik, pebisnis, pegawai pemerintah, dan bahkan pelaksana pendidikan. Mereka yang saat ini memimpin dan menduduki jabatan atau status penting tertentu adalah hasil dari pendidikan masa lalu, 4-16 tahun yang silam. Di madrasah ada hal yang penting adalah pendidikan karakter. Pendidikan karakter melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Dengan pendidikan karakter, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi merupakan bekal terpenting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena dengannya seseorang akan dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis dan kehidupan bermasyarakat. Pendidikan hendaknya menyentuh aspek karakter murid yang perlu dikembangkan melalui beragam cara. Joseph Fischer (t.th: 117) menulis, “Pendidikan adalah penanaman pengetahuan, keterampilan, nilai, dan perilaku melalui prosedur-prosedur yang standar”. Madrasah harus mampu menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam menanamkan kekuatan moral kepada para peserta didiknya. Penanaman moral tersebut dilakukan dalam beragam cara dan oleh berbagai pihak di Madrasah yang mewujud dalam budaya madrasah yang unggul. Cara dimaksud di antaranya adalah melalui kurikulum, ektrakurikuler, rutinitas, pembiasaan, dan teladan (lihat Gambar 1). Sedangkan pihak-pihak yang dilibatkan dalam kesadaran membentuk moralitas peserta didik adalah Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, pimpinan lainnya, tenaga pendidik dan kependidikan; pihak-pihak yang ada di sekitar lingkungan Madrasah juga harus dilibatkan dalam gerakan budaya sekolah tersebut, sehingga peserta didik merasakan pembinaan yang utuh dan terintegrasi. Gambar 1. Pembentukan Karakter di Madrasah Pendidikan Karakter Teladan Rutinitas Pembiasaan Ekstrakurikuler Kurikulum Pribadi Berkarakter