Seminar HAKI Menuju Praktek Konstruksi Yang Benar Jakarta, 11-12 Agustus 2009 1 Peta Spektra Hazard Indonesia Dengan Menggunakan Model Gridded Seismicity Untuk Sumber Gempa Background Oleh: M. Asrurifak a , Masyhur Irsyam a , Bambang Budiono a , Wahyu Triyoso b , Widiadnyana Merati a dan I Wayan Sengara a a Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung. b Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung. Abstrak SNI-03-1726-2002 yang didalamnya ada peta hazard gempa Indonesia adalah produk yang dibuat berdasar pada konsep UBC-1997, dengan perkembangan kejadian-kejadian gempa besar terkini membuat konsep ini diperbarui menjadi IBC-2000 kemudian IBC-2006 dan bahkan sekarang menjadi IBC-2009. Untuk itu sudah selayaknya SNI-03-1726-2002 diperbaruhi sehingga mampu melindungi kejadian-kejadian gempa besar yang terjadi setelah peraturan ini dibuat. Makalah ini mempresentasikan konsep pembuatan peta spektra hazard Indonesia dengan metodologi dan data-data terkini sebagai usulan peta hazard Indonesia yang baru. Sumber gempa yang digunakan adalah sumber gempa fault, subduksi dan model gridded seismicity untuk sumber gempa background. Fungsi atenuasi yang digunkan adalah NGA (Next Generation Attenuation). Peta hazard yang ditampilkan adalah untuk kondisi PGA (Peak Ground Acceleration), spektra T=0.2 detik dan T=1.0 detik dengan periode ulang 500 tahun. Kata kunci: hazard gempa, gridded seismicity, spektra 1. Pendahuluhan Kejadian gempa-gempa besar lima tahun terakhir di wilayah Indonesia telah memacu pemangku kepentingan pembuat peratuan atau standar perencanaan ketahan gempa Indonesia untuk segera merevisi standar perencanaan ketahanan gempa yang ada saat ini. Telah diketahui bahwa saat ini Indonesia mempunyai tiga peta hazard gempa yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Yang pertama adalah peta percepatan puncak dibatuan dasar untuk periode ulang 500 seperti yang ada di Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung (SNI-03-1726-2002), dimana peta ini adalah peta hazard yang digunakan untuk perencanaan gedung. Yang kedua adalah peta hazard untuk perencanaan banguna air (bendungan), peta ini dibuat oleh Theo F Najoan dkk., diterbitkan oleh Puslitbang Teknologi Sumber Daya Air Departemen PU dan yang ketiga untuk jalan dan jembatan digunakan peta hazard yang berbeda lagi yang diterbitkan oleh Puslitbang Jalan walaupun peta yang digunakannya mengacu pada peta yang dibuat oleh Theo F Najoan tapi dengan periode ulang yang berbeda. Adanya peta yang berbeda tersebut diatas memang digunakan untuk jenis bangunan yang berbeda-beda, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa beban gempa itu bekerja dengan tidak memandang jenis bangunan.