Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 Universitas Sebelas Maret (UNS-Solo), 24-25 Oktober 2013 1 PEMBUATAN, KARAKTERISASI DAN APLIKASI KITOSAN DARI CANGKANG KERANG HIJAU (MYTULUS VIRDIS LINNEAUS) SEBAGAI KOAGULAN PENJERNIH AIR Sinardi 1 , Prayatni Soewondo 2 , dan Suprihanto Notodarmojo 3 1 Program Studi Doktor Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132 ina_asriadi@yahoo.com 2 Program Studi Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132 prayatnisoe@yahoo.com 3 Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132 suprihantonotodarmojo@yahoo.com ABSTRAK ABSTRAK. Kitosan merupakan biopolimer poli [β-(1-4)- 2-amino-2-deoksi-D-glukopiranosa], bersifat kationik dan dapat terurai dengan baik di lingkungan. Kitosan memiliki gugus amina (NH 2 ) yang bersifat nukleofil kuat yang menyebabkan kitosan dapat digunakan sebagai polielektrolit yang bersifat multifungsi dan berperan pada pembentukan flok. Penelitian, pembuatan dan karakterisasi kitosan dari cangkang kerang hijau (Mytulus virdis linneaus) bertujuan untuk mengatasi limbah cangkang kerang hijau dan dijadikan sebagai material dasar untuk membuat kitosan dan kemungkinan aplikasi kitosan sebagai koagulan penjernih air untuk menghilangkan kekeruhan dan material organik pada pengolahan air. Pembuatan kitosan dari cangkang kerang hijau menggunakan Metode No dan Meyers melalui 3 tahap yaitu deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Karakterisasi kitosan yang meliputi kadar air dengan Metode Gravimetrik, dan penentuan derajat deasetilasi dilakukan berdasarkan spektrum IR dengan Metode Fourier Transform Infra Red FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang kerang hijau sebanyak 100gr dihasilkan kitosan sebanyak 28gr. Kitosan yang dihasilkan berupa serbuk berwarna putih dan tidak berbau, Kadar air kitosan sebesar 0,4 % dan derajat deasetilasi kitosan sebesar 38,91% dan memiliki gugus fungsi terdiri dari amina, hidroksil, alkana, alkena, dan asam karboksilat. Aplikasi kitosan sebagai koagulan optimum pada pH 9 dengan dosis kitosan sebanyak 250 mg/L dengan penyisihan sebesar 92,6%. Kata kunci: Kerang Hijau, Kitosan, Pembuatan, Karakterisasi, Koagulan 1. PENDAHULUAN Produksi air minum dari sumber air baku memerlukan beberapa tahap pengolahan, diantaranya adalah proses koagulasi/flokulasi untuk menghilangkan kekeruhan dalam bentuk materi tersuspensi dan koloid. Berbagai penelitian mengenai proses penjernihan air melalui proses koagulasi sering dilakukan dan beberapa jenis koagulan yang telah diuji efektifitas dan efisiensinya dalam proses tersebut, baik koagulan sintetik maupun koagulan alami. Di antara kedua jenis koagulan tersebut, koagulan sintetik merupakan bahan yang lebih banyak diaplikasikan dalam proses penjernihan air, karena selain lebih mudah didapat, dari segi ekonomi juga cukup menguntungkan. Walaupun demikian pemakaian koagulan sintetik yang berlebih justru akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi lingkungan maupun kesehatan karena koagulan jenis ini tidak mudah terbiodegradasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa kitosan dapat digunakan sebagai koagulan yang lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan tawas, hal ini terlihat dari berkurangnya kekeruhan air meskipun dengan konsentrasi kitosan yang rendah (Mu’minah, 2008). Sejalan dengan itu menurut Renault., dkk, 2008, proses koagulasi flokulasi menggunakan kitosan dapat menurunkan partikel anorganik dan organik tersuspesi serta organik terlarut. Keunggulan kitosan sebagai koagulan adalah sifatnya yang tidak beracun, mudah mengalami biodegradasi, bersifat polielektronik, dan mudah berinteraksi dengan zat-zat organik lainnya seperti protein. Dengan demikian diharapkan