Segmentasi Cortical bone pada Citra Dental Panoramic Radiograph Menggunakan Watershed berintegrasi dengan Active Contour berbasis Level Set. Tutuk Indriyani, Agus Zainal Arifin , Rully Soelaiman Teknik InformatikaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember, tutuk@cs.its.ac.id , agusza@its-sby.edu , rully@si.its.ac.id Abstrak Dewasa ini banyak dilakukan penelitian yang berhubungan dengan citra medis yang bertujuan membantu dokter untuk menganalisa sebuah penyakit. Salah satu penelitian yang ada adalah mendeteksi osteporosis berdasarkan citra dental panoromic radiograph. Daerah yang dianalisa pada penelitian sebelumnya adalah lebar dari cortical bone. Dalam penelitian ini dilakukan cortical bone pada citra dental panoramic radiograph. Penelitihan ini mengintegrasi metode watershed dengan active contour berbasis level set. Watershed memiliki kelebihan mampu membentuk contour tertutup dengan ketebalan satu pixel. Namun sering terjadi segmentasi berlebih. Sedangkan active contour berbasis level set dapat bergerak dinamis mendeteksi tepi obyek serta dapat memisahkan atau menggabungkan secara alami selama evolusi kurva sehingga kurva tidak terjebak oleh obyek lain yang bukan cortical bone. Namun inisialisasi kurva dilakukan secara manual untuk mendeteksi obyek. Dengan mengintegrasikan kedua metode ini, inisialisasi kurva dilakukan secara otomatis. Uji coba dilakukan pada sampel cortical bone pada sisi kanan dan kiri dengan batas threshold 92% dan inisialisasi kurva dapat dilakukan secara otomatis, evolusi kurva dengan metode integrasi citra watershed dengan active contour berbasis level set mencapai tepat pada Boundary didapatkan nilai 0 . 5 = λ , 04 . 0 = µ , 0 . 3 = ν , time step = 5 serta didapatkan rata-rata 329 iterasi pada cortical bone sebelah kanan dan 326 iterasi sebelah kiri. Hasil kinerja pada program watershed berintegrasi dengan active contour berbasis level set menghasilkan hasil yang lebih baik dibanding dengan kinerja dari program watershed, yaitu memiliki selisih rata-rata akurasi 7.80 %, sensitifitas 9.80%, spesitifitas 5.80%. Kata Kunci : Dental panoramic radiograph, watershed, active contour,level set, cortical bone, segmentasi. 1. Pendahuluan Active contour snake adalah merupakan active contour yang berupa kurva yang bergerak untuk melingkupi sebuah obyek pada sebuah citra. Kurva ini bergerak dipengaruhi oleh beberapa energy, yaitu energi internal dan external. Energi internal akan menentukan prilaku dari sebuah kurva, yaitu akan bersifat elastis atau kaku. Sedangkan pada energy Eksternal akan mengarahkan gerak kurva harus kemana. Dengan meminimalkan energy tersebut, kurva akan bergerak mencapai obyek yang dituju. Pada Penelitian ini, akan digunakan sebuah citra watershed berintegrasi dengan active contour berbasis level set untuk mendapatkan cortical bone. Keunggulan dari level set dapat mendeteksi obyek dengan memisahkan atau menggabungkan suatu obyek. Sedangkan pada sampel yang digunakan berbentuk tak tentu. Kemungkinan didalamnya terdapat banyak obyek selain cortical bone sangat mungkin terjadi.