JURNAL TATA LOKA; VOLUME 14; NOMOR 2; MEI 2012 © 2012 Biro Penerbit Planologi UNDIP 130 T A T A L O K A STUDI TATA RUANG KOTA RANCANGAN VAN DER PIJL KASUS: KOTA BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN A Study Of Spatial Planning By Van Der Pijl Case: Banjarbaru City, South Kalimantan Naimatul Aufa 1 dan Pakhri Anhar 2 1,2 Universitas Lambung Mangkurat Email: aufaheldi@yahoo.co.id Diterima: 24 Maret 2012 Disetujui: April 29, 2012 Abstract: Banjarbaru city is a city designed by an architect named Van der Pijl in 1953. The city was originally planned as the capital city of Kalimantan province, replacing the city of Banjarmasin. However, this plan was canceled and the city that has already been built finally became forgotten. The impact is Van der Pijl’s plan for this city applied unclear, blend into one with the development of the city. It worsens by the loss of historical records that describe the original plan of Banjarbaru city. This study aims to determine how the spa- tial planning of Banjarbaru City by Van der Pijl. This study used naturalistic research paradigm that aims to discover patterns to be developed into research results. Based on the analysis, it is found that the plan of Banjarbaru City by Van der Pijl has similarities with the concept of cities designed at the beginning of the 20th century, the concept of creating a new town outside the city, on a pristine environment with quiet atmosphere and natural environment. This concept is known as the garden city concept introduced by Ebenezer Howard. The similarity of this pattern is also known by the elements of which refer to the garden city concept, among oth- ers: there is a city center as the area of governance, there is a green open spaces (parks), and there are areas designated as residential areas located adjacent to an office area, industrial area and commercial area. Keywords: Van der Pijl, Banjarbaru, Space, City, Garden Abstrak: Kota Banjarbaru adalah kota rancangan seorang arsitek bernama Van der Pijl di tahun 1953. Kota ini mulanya direncanakan sebagai ibukota propinsi Kalimantan, menggantikan Kota Banjarmasin. Namun, rencana ini dibatalkan, dan kota yang terlanjur dibangun fisiknya ini akhirnya mulai dilupakan. Dampaknya, kota rancangan Van der Pijl mulai bias, membaur menjadi satu dengan perkembangan kota. Hal ini diperparah dengan hilangnya arsip sejarah kota yang menggambarkan rancangan Kota Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata ruang Kota Banjarbaru rancangan Van der Pijl. Untuk itu digunakan paradigma penelitian naturalistik yang bertujuan untuk menemukan pola-pola yang mungkin dapat dikembangkan menjadi hasil penelitian. Berdasarkan hasil analisis, diketahui Kota Banjarbaru rancangan Van der Pijl memiliki kesamaan konsep dengan kota-kota yang dirancang pada awal abad ke-20, yaitu konsep menciptakan kota baru di luar kota, pada lingkungan yang masih asli dengan suasana sepi dan lingkungan yang alami. Kon- sep ini dikenal dengan garden city concept yang diperkenalkan oleh Ebenezer Howard. Kesamaan pola ini juga diketahui dengan adanya elemen-elemen kota yang merujuk pada garden city concept, antara lain: terdapat satu pusat kota sebagai area pemerintahan, terdapat ruang-ruang terbuka hijau (taman-taman), dan terdapat daerah yang diperuntukkan sebagai kawasan perumahan yang lokasinya berdamp- ingan dengan kawasan perkantoran, kawasan perindustrian, dan kawasan perniagaan. Kata Kunci: Van der Pijl, Banjarbaru, Ruang, Kota, Taman