1 Pembentukan Identitas Diri Foreclosure Pada Remaja dalam Menempuh Pendidikan di Pondok pesantren Ainul Zulqoifah Asmawati (ainul.zulqoifah@gmail.com) Faizah Sumi Lestari Universitas Brawijaya Malang Abstract This research was conducted to understand the process of foreclosure identity formation in adolescents for taking education. Foreclosure identity status represented by individuals who are not experienced exploration period (crisis) but they have made a number of commitments that are not from the search itself and prepared by those around him. This study used qualitative methods with phenomenological approach. Subjects in this study were 4 adolescents who have been educated in boarding school since junior high to high school and had foreclosure identity in his education. Data collection techniques were interviews, and observation. Analysis technique used coding analysis (open coding, axial coding, selective coding). The results found that the formation of identity Foreclosure indicated by lower exploration capabilities illustrated by the lack of knowledge about the place of education, the boarding school information obtained by nearby, and following the decision of the surrounding. Adolescents have demonstrated commitment conducted by diligent and obedient to the rules. Stages of its formation, the adolescents have barriers to identity crisis and identity diffusion, and identification was conducted in order to gain the attention and respect of the people around. Keywords: identity foreclosure, Adolescents, boarding school education. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk memahami proses pembentukan identitas diri foreclosure pada remaja dalam menempuh pendidikan. Status identitas foreclosure digambarkan dengan individu yang tidak mengalami periode eksplorasi (krisis) tapi mereka telah membuat sejumlah komitmen yang bukan berasal dari pencarian sendiri dan sudah disiapkan oleh orang disekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini merupakan 4 remaja yang telah menempuh pendidikan dipondok pesantren sejak SMP hingga SMA dan memiliki status identitas foreclosure dalam menempuh pendidikan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan observasi. Teknik analisa menggunakan analisis coding (open coding, axial coding, selective coding). Hasil penelitian menemukan bahwa pembentukan identitas diri Foreclosure ditunjukkan dengan kemampuan eksplorasi yang rendah yang digambarkan dengan kurangnya pengetahuan mengenai tempat pendidikan, informasi pondok pesantren didapatkan orang terdekat, dan mengikuti keputusan dari sekitar. Remaja telah memiliki komitmen yang ditunjukkan dengan perilaku rajin dan patuh pada peraturan. Untuk tahapan pembentukannya remaja memiliki hambatan pada identity crisis dan identity diffusion, dan identifikasi (identification) dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian dan penghargaan dari orang sekitar. Kata kunci : identitas diri foreclosure, remaja, pendidikan pondok pesantren.