PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT PADA MASA KOLONIAL Oleh: Baha` Uddin Pengantar Tulisan singkat ini akan membahas mengenai perkembangan lembaga pelayanan kesehatan pemerintah dari sejak menjadi sub dalam pelayanan kesehatan militer pada abad ke-19 sampai kemudian berdiri sendiri pada awal abad ke-20. Seiring dengan keberadaan lembaga itu, tulisan ini juga akan membahas mengenai fasilititas layanan kesehatan beserta personelnya. Secara khusus tulisan ini akan membahas mengenai permasalahan pengelolaan rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta dan sejauhmana fasilitas layanan kesehatan umum itu dapat menjangkau dan dinikmati oleh masyarakat luas. Selain itu tulisan ini secara khusus juga berusaha untuk memaparkan mengenai fenomena perkembangan rumah sakit swasta yang dikelola oleh organisasi keagamaan zending. Hal ini penting, terlepas dari tujuan keagamaan mereka dalam melakukan kristenisasi, karena sejak akhir abad ke-19 zending telah memainkan peran penting dalam perluasan akses pelayanan kesehatan. A. Dikotomi Pelayanan Kesehatan: Sipil-Militer Selama abad ke-19, pelayanan kesehatan di wilayah Hindia Belanda ‘dipercayakan’ sepenuhnya kepada pelayanan kesehatan militer. Pelayanan ini dibentuk berdasarkan model yang ada di negeri Belanda yang dipelopori oleh S.J. Brugmans, seorang profesor dari Leiden yang telah berkecimpung dalam organisasi pelayanan kesehatan militer pada tahun 1795. Perhatiannya pertama kali ditujukan terhadap para ahli bedah ( surgeons) yang direkrut dari tukang cukur, tukang patri, dan para tukang pengebiri babi, sehingga jelas sekali disini bahwa para surgeon yang diperkerjakan sangat terbatas kualifikasinya. 1 Brugmans kemudian berusaha untuk memperbaiki pelayanan kesehatan masyarakat di Hindia Belanda dengan jalan memasukkan bidang keahlian pada ujian dalam perekrutan dan meningkatkan gaji dan status mereka. Dengan tindakan-tindakannya tersebut kemudian dia 1Lihat A.H.M. Kerkhoff, “The Organization of the Military and Civil Medical Service in the Nineteenth Century”, dalam A.M. Luyendijk-Elshout, Dutch Medicine in the Malaya Archipelago 1816- 1942 (Amsterdam: Rodopi, 1989), hlm. 9.