Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNS 2011 Makalah Pendamping: Pendidikan Matematika 2 95 PROFIL INTUISI MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDEN Budi Usodo Program Studi Pendidikan Matematika PMIPA FKIP UNS Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil intuisi mahasiswa dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif field independent dan field dependen. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut maka dalam penelitan ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif. Subyek penelitian sebanyak 4 mahasiswa terdiri dari 2 mahasiswa dengan gaya kognitif field dependent dan 2 mahasiswa dengan gaya kognitif field independent. Metode pengambilan data adalah tes dan wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi, pengecekan anggota dan kecukupan referensi. Teknik analisis data melalui langkah-langkah reduksi data, pemaparan data penafsiran data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian sebagai berikut; (1) Profil intuisi pada subjek dengan gaya kognitif field dependent adalah, untuk menyelesaikan masalah menemukan intuisi yang digunakan adalah intuisi antisipatori yang bersifat global dan didasarkan pada imajinasi. Subjek kesulitan untuk menganalisa pola menjadi bagian-bagian yang berbeda yang digunakan untuk menyelesaikan masalah. Intuisi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah membuktikan adalah dengan intuisi antisipatori yang bersifat bertentangan pada umumnya. Subjek mengalami kesulitan memperoleh ide untuk menyelesaikan masalah sehingga yang terpikir adalah ide-ide yang tidak dapat menyelesaikan masalah. (2) Profil intuisi pada subjek dengan gaya kognitif field independent adalah, untuk menyelesaikan masalah menemukan intuisi yang digunakan adalah intuisi antisipatori yang bersifat global. Subjek dapat menggunakan intuisinya untuk menyelesaikan masalah dengan mengubah permasalahan ke bentuk yang lebih terinci sehingga timbul pemikiran secara real. Intuisi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah membuktikan adalah intuisi antisipatori yang bersifat global yaitu dengan menggunakan cara kontraposisi dan jenis intuisi yang digunakan menggunakan pemikiran matematika secara real. Subjek dapat memilah penggunaan cara dalam membuktikan berkaitan dengan soal yang diberikan. Kata kunci : profil, intuisi, gaya kognitif, field independent, field dependent PENDAHULUAN Kegiatan pembelajaran matematika tentu tidak akan terlepas dari masalah matematika. Dalam mengajarakan bagaimana memecahkan masalah, berbagai dosen atau pendidik matematika mempunyai cara yang berbeda-beda. Diantaranya adalah dengan selalu memberikan contoh-contoh bagaimana memecahkan suatu masalah matematika, tanpa memberikan kesempatan banyak pada mahasiswa untuk berusaha menemukan sendiri penyelesaiannya. Sehingga dengan cara demikian mahasiswa menjadi kurang kreatif dalam memecahkan masalah. Akibatnya mahasiswa hanya mampu memecahkan masalah matematika bila telah dibeRikn caranya oleh Dosen. Dengan kondisi demikian, maka mahasiswa seringkali dihadapkan pada beberapa kesulitan, misalnya mahasiswa tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan masalah yang diberikan atau bila telah dapat memulai menjawab, namun mengalami kemacetan di tengah penyelesaian soal tersebut, meskipun sebenarnya telah dimilikinya bekal yang cukup untuk memecahkan masalah tersebut. Walaupun proses berpikir analitik dan logik memainkan peranan penting dalam merepresentasikan struktur logika pengetahuan matematika. Akan tetapi, mengejar ketepatan dan cara-cara formal hanyalah hasil akhir dari aktivitas matematika. Proses membangun pengetahuan matematika tanpa disadari menghasilkan pengenalan tentang kepastian atau ketakpastian, verifikasi atau penyangkalan tanpa pembuktian (Kossak, 1966). Karena itu diasumsikan bahwa aktivitas mental seseorang terdiri atas kognisi formal (formal cognition) dan kognisi intuitif (intuitive cognition) dari pengetahuan matematika. Kognisi formal merujuk