Validasi Model Kompetensi Dosen Dalam Pembelajaran Berbasis Student Centered Learning Wahyu Widhiarso Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada wahyu_psy@ugm.ac.id Makalah di Seminar Hasil Penelitian UGM Yogyakarta 11 - 13 Januari 2010 ABSTRACT Kerangka model kompetensi yang tervalidasi sangat diperlukan agar aktivitas terkait dengan kinerja dosen yang diprogramkan memiliki landasan yang kuat sebelum diterapkan sistem pengeloaan SDM (rekrutmen, evaluasi kinerja, dan pengembangan karir). Tulisan ini memaparkan hasil penelitian penulis yang memvalidasi kerangka model kompetensi dosen dalam mengelola pembelajaran berbasis student centered learning (SCL). Validasi dilakukan dengan menggunakan metode delphi yang mengeksplorasi kesepakatan panelis terhadap seperangkat indikator kompetensi yang dikembangkan penulis berdasarkan kompetensi generik dosen dari berbagai literatur. Instrumen yang dipakai adalah kuesioner yang berisi daftar indikator kompetensi yang memuat empat domain yaitu perencanaan dan persiapan, lingkungan belajar, instruksi dalam pembelajaran, responsibilitas professional. Panelis penelitian adalah para pakar dalam pengembangan SCL dan dosen yang menyelenggarakan pembelajaran SCL di mata kuliah yang mereka ampu. Panelis diminta untuk memberikan penilaian terhadap daftar kompetensi yang disediakan. Setelah dilakukan dalam empat putaran delphi, penulis mendapatkan 44 indikator kompetensi yang semuanya telah disetujui oleh para panelis. Seperangkat indikator kompetensi tersebut mewadahi kompetensi yang tidak hanya berfokus pada kompetensi menempatkan mahasiswa di pusat proses pembelajaran akan tetapi juga kompoetensi untuk tetap memfokuskan mahasiswa pada tujuan pembelajaran. PENGANTAR Setiap dosen memiliki perspektif filosofis yang berbeda-beda dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Perspektif ini muncul dalam bentuk asumsi normatif, prinsip, nilai dan keyakinan yang menjadi dasar penentuan tujuan pembelajaran, orientasi pedagogik, pandangan terhadap mahasiswa serta apa yang harus diajarkan pada siswa (Starratt, 1994). Meskipun tidak tampak secara eksplisit, namun perspektif filosofis dosen memberikan dampak yang besar terhadap proses pembelajaran yang dipilih. Dengan dicanangkannya pembelajaran dengan pendekatan SCL secara formal oleh institusi misalnya Universitas Gadjah Mada (UGM), dapat dikatakan perdebatan pada tataran filosofi telah selesai, namun pada tataran praktis kemungkinan perbedaan masih tetap ada. Validasi pada penyelenggaraan