Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim Vol. 9 No. 2 - 2011 199 PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM KONTEKS PERSEKOLAHAN Oleh : Agus Fakhruddin ABSTRAK Persoalan manajemen termasuk salah satu persoalan yang sangat mendasar dalam pengembangan sebuah organisasi. Maju dan mundurnya sebuah organisasi akan sangat ditentukan oleh baik atau buruknya manajemen yang ada di dalamnya. Dalam konteks budaya global saat ini, dimana teori-teori dan praktik-praktik manajemen mengalami kemajuan yang pesat membutuhkan prinsip-prinsip dasar manajemen yang selaras dengan karakter dan ideologi organisasi yang bersangkutan. Sekolah sebagai suatu organisasi pendidikan, terutama sekolah-sekolah yang berada di bawah kelembagaan pendidikan Islam atau di bawah pengelolaan orang-orang Islam dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan budaya global, termasuk perkembangan ilmu manajemen, namun juga tidak boleh melupakan akar idelogi yang menjadi dasar keberagamaan. Oleh karena itu, sekolah dituntut mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip manajemen pendidikan Islam pada organisasi yang dikelolanya agar organisasi yang dikelolanya itu tidak tergerus kepada praktek-praktek manajerial yang terkadang terlalu fokus dengan kepentingan keduniawian dengan melupakan nilai-nilai Ilahiyah. Beberapa diantara prinsip-prinsip manajemen pendidikan Islam tersebut adalah ikhlas, jujur, amanah, adil, dan tanggung jawab. Kata kunci : Sekolah, Pendidikan Islam, Prinsip- prinsip manajemen A. PENDAHULUAN Dunia Islam pada saat ini tengah menghadapi berbagai gejolak kehidupan umat sebagai buah perkembangan pemikiran umat yang semakin dinamis dan kritis disertai arus globalisasi yang semakin merajalela yang dominan mempengaruhi pola pikir umat. Isu-isu miring terkait perilaku umat Islam semisal isu terorisme, secara tidak langsung telah turut serta memberikan perspektif buram terhadap eksistensi umat Islam. Gejolak politik yang selalu diikuti kerusuhan di beberapa negara Timur Tengah yang identik sebagai pusat umat Islam di dunia juga tak kalah telah memberikan warna buram lain terhadap umat Islam di dunia. Tentu hal ini harus disikapi secara arif oleh setiap umat Islam yang peduli dengan keberadaan umat Islam di dunia saat ini. Misi rahmatan lil’alamin sebagai patokan eksistensi keberislaman tentu tetap harus menjadi indikator utama dalam mengimplementasikan pemahaman keberislaman tersebut. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia tentu tidak lepas dari pencitraan umat Islam itu sendiri, sebab bagaimanapun perilaku umat Islam di Indonesia juga menjadi salah satu fokus perhatian masyarakat dunia. Pasca kejatuhan orde baru yang melahirkan orde reformasi, umat Islam di Indonesia dituntut untuk dapat berkiprah dalam melakukan perubahan terhadap kondisi bangsa Indonesia yang sedang terpuruk. Pemahaman secara benar