HUBUNGAN STRUKTUR DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BEBERAPA SENYAWA RESVERATROL DAN TURUNANNYA Oleh : Sri Atun Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta Abstrak Dipterocarpaceae merupakan salah satu kelompok tumbuhan hutan tropis yang banyak terdapat di Indonesia. Beberapa spesies yang diteliti telah dilaporkan mengandung monomer dan oligomer resveratrol, yang dapat dibedakan atas dimer, trimer, tetramer, heksamer, heptamer, dan oktamer resveratrol. Selanjutnya sejumlah oligomer resveratrol, memperlihatkan aktivitas biologi yang sangat berguna, seperti antiinflamasi, antibakteri, antifungal, antioksidan, sitotoksik, bersifat inhibitor terhadap enzim 5α-reduktase, hepatoproteksi, dan anti-HIV Oligoresveratrol adalah senyawa polifenol yang umumnya bersifat sebagai antioksidan, namun aktivitas setiap jenis oligoresveratrol bervariasi bergantung pada struktur molekul dan kestabilannya. Dalam artikel ini akan dibahas hubungan struktur dan aktivitas antioksidan beberapa senyawa resveratrol dan turunannya yang telah diteliti Kata Kunci : Resveratrol; aktivitas sebagai antioksidan Pendahuluan Dipterocarpaceae merupakan salah satu kelompok tumbuhan hutan tropis yang banyak terdapat di Indonesia. Dipterocarpaceae mempunyai 16 genus dan sekitar 600 species, 9 genus di antaranya terdapat di Indonesia, yaitu Anisoptera, Cotylelobium, Dipterocarpus, Dryobalanops, Hopea, Parashorea, Shorea, Upuna, dan Vatica. Kesembilan genus tersebut tersebar mulai dari Aceh sampai Papua, dengan populasi terbesar terdapat di Kalimantan (Heyne, 1987; Soerianegara & Lemmens, 1994). Dari sejumlah 40 species tumbuhan Dipterocarpaceae yang telah diselidiki, sebanyak 32 species diantaranya telah dilaporkan mengandung monomer dan oligomer resveratrol, yang dapat dibedakan atas dimer, trimer, tetramer, heksamer, heptamer, dan oktamer resveratrol (Dai et al., 1998; Jang et al., 1997; Seo et al., 1999; Sotheeswaran & Pasuphaty, 1993; Tanaka et al., 2000 a,b,c). Fungsi biologis dari oligomer resveratrol belum banyak diungkapkan, namun hasil penelitian memperlihatkan adanya aktivitas biologi yang berguna dari beberapa senyawa tersebut, seperti antiinflamasi, antibakteri, sitotoksik, bersifat kemopreventif, hepatoprotektif, antikanker, dan anti-HIV (Dai et al., 1998; Jang et al., 1997; Seo et al. 1999). Oligoresveratrol adalah senyawa polifenol, yang umumnya bersifat sebagai antioksidan, namun aktivitas masing-masing jenis oligoresveratrol bervariasi tergantung struktur molekul dan kestabilannya. Hasil penelitian yang telah dilaporkan oleh beberapa peneliti menunjukkan adanya perbedaan aktivitas antioksidan tergantung kerangka struktur molekulnya, adanya ikatan rangkap olefenik, dan jumlah unit resveratrol.