RESENSI I Judul : Group Dynamics in The Language Classroom Penyusun : Zoltan Dornyei dan Tim Murphey Penerbit : Cambridge: Cambridge University Press. 2003 Tebal : 191 halaman Patrisius Istiarto Djiwandono Universitas Ma Chung PENDAHULUAN Pendekatan komunikatif dalam pengajaran bahasa membawa serta gagasan tentang group work, karena pendekatan ini bisa tumbuh subur dalam iklim interaktif antara murid dengan gurunya atau murid lainnya. Namun, dimensi kerja sama kelompok jarang diulas secara mendalam. Karya Littlewood (1991), misalnya, lebih menitikberatkan pada prinsip-prinsip pendekatan komunikatif daripada menelusuri aspek-aspek kelompok pemelajar. Sloan (1991) juga hanya sekedar mendefinisikan belajar kolaboratif sebagai pendekatan yang terpusat pada siswa sebagai anggota suatu kelompok belajar. Padahal yang tak kalah pentingnya bagi praktisi pengajaran adalah memahami sifat-sifat manusia yang pada akhirnya membentuk dinamika kelompok belajar ini. Menyadari bahwa konsep “dinamika kelompok” merupakan sesuatu yang baru dalam ranah pembelajaran bahasa, kedua penulis memulai buah pikirannya dari pertanyaan yang kemungkinan besar akan menyeruak di benak pembaca: apa itu dinamika kelompok dan mengapa perannya menjadi penting dalam pengajaran bahasa. Keseluruhan bagian Pendahuluan ditulis secara panajng lebar untuk menjawab pertanyaan ini. Para penulis percaya pada prinsip yang diringkas dalam akronim TEAM: Together Everyone Achieves More. Mereka yakin bahwa dinamika kelompok menentukan iklim belajar dalam kelas. Dinamika yang sehat akan membangun iklim belajar yang positif; sebaliknya, dinamika yang kacau akan memunculkan situasi belajar yang menekan. ISI BUKU Bab I dimulai dengan pengertian ‘group’ itu sendiri, kemudian secara terperinci mengajukan pembahasan tentang kondisi awal dalam terbentuknya suatu kelompok. Tahap awal yang umumnya dicirikan oleh ketertarikan awal atau perasaan tidak suka antar anggota kelompok harus diolah menjadi acceptance, saling menerima satu sama lain untuk bersama-sama me- nyelesaikan tugas atau membuat suatu kemajuan belajar. Penulis menyajikan teknik-teknik praktis yang bisa dilakukan oleh seorang guru, mulai dari saling mengenal satu sama lain, cara mengingat nama masing-masing, sampai pada teknik icebreaker. Pembahasan mengalir dengan lancar, mudah dimengerti karena disertakannya ciri-ciri dalam bentuk daftar, dan ilustrasi dari kasus- kasus nyata yang memungkinkan para pembaca segera memahami aspek-aspek