SCIENTIFIC CONFERENCE OF ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY IX - 2012 Advances in Agricultural and Municipal Waste Technology to Anticipate Food and Energy Crisis Surabaya, 10 July 2012 ISBN XXXX-XXXX 1 Analisis Kecukupan Ruang Terbuka Hijau Privat Permukiman Dalam Menyerap CO 2 dan Memenuhi Kebutuhan O 2 Manusia di Surabaya Utara (Studi Kasus: Kecamatan Kenjeran) Adequacy Analysis of Privat Recidences Green Space In Absorbing CO 2 Emission and Fullfilling the Human Nedds of O 2 in North Surabaya (Case Study: Kenjeran District) Siti Rahmatia Pratiwi a , Rahmat Boedisantoso b , dan Joni Hermana c a Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan FTSP ITS, Surabaya-60111 b dan c Dosen Jurusan Teknik Lingkungan FTSP ITS, Surabaya-60111 Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Keputih-Sukolilo, Surabaya-60111 siti_08@enviro.its.ac.id Abstrak Sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, kota Surabaya banyak mengalami perkembangan terutama pada bidang pembangunan. Hal tersebut mempengaruhi kepadatan penduduk dan laju urbanisasi yang menyebabkan kebutuhan lahan permukiman meningkat. Persebaran lahan terbangun permukiman yang semakin meluas mengakibatkan kurangnya porsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Privat dan meningkatkan pelepasan emisi karbon dioksida (CO 2 ) berlebih ke udara bebas. Penelitian ini menganalisis keberadaan RTH privat permukiman dalam menjalankan fungsinya sebagai penyerap emisi CO 2 dan memenuhi kebutuhan O 2 manusia, sehingga dapat diketahui RTH privat ideal dalam memenuhi kedua fungsi tersebut. Penelitian dilakukan melalui pengamatan langsung dilapangan dengan mengambil beberapa sampel yang terdiri dari tiga tipe rumah di wilayah studi yaitu, mewah, menengah dan sederhana. Besarnya emisi CO 2 yang bersumber dari konsumsi energi berupa bahan bakar, peralatan elektronik dan limbah dari septictank dihitung dengan pendekatan nilai faktor emisi dan metode box model. Sedangkan kemampuan serapan CO 2 oleh tumbuhan dihitung berdasarkan luas tutupan vegetasi dan jenis pohon dominan. Hasil penelitian menunjukkan besar emisi CO 2 yang dihasilkan berdasarkan box model sebesar 60 % dari rumah sederhana, 28 % rumah menengah dan rumah mewah 12 % dari total emisi 266,080 gram/detik. Luas RTH privat eksisting rumah sederhana rata-rata memiliki 6,071 m 2 , menengah 18,860 m 2 dan mewah 22,097 m 2 . Dalam penyerapannya, berdasarkan luas tutupan vegetasi dan jenis pohon tidak mencukupi dalam menyerap emisi CO 2 tersebut. Dalam memenuhi kebutuhan O 2 RTH privat ideal untuk tipe rumah sederhana sebesar 23 % dari luas tanah, menengah 16 % dan mewah 3 %. Sedangkan untuk menyerap CO 2 , RTH ideal untuk rumah sederhana 45 % dari luas tanah, menengah 17 % dan mewah 4 %. Kata Kunci: Emisi CO 2 Permukiman, Kebutuhan O 2 Manusia, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Privat Abstract As the second largest metropolitan city in Indonesia, Surabaya city experienced many developments, especially in the field of development. It affects the population density and the rate of urbanization are causing increased housing land requirement. Distribution of land up the expanding settlements resulted in a lack of portion of Private Green Space (RTH) and increase the release of carbon dioxide (CO 2 ) excess to the atmosphere. This study analyzes the existence of settlements in the private green space to function as an absorber of CO 2 emissions and fulfilling the human needs of O 2 , so it can be seen in the ideal of private green space fullfilling both of the functions. The study was conducted through direct observation in the field by taking a sample consisting of three types of houses in the study area, luxury,