HAK ASASI MANUSIA DAN GENDER DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINJAUAN TERHADAP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL 1 Isep Ali Sandi 1 , Dr. Mulyawan Safwandy Nugraha, M.Ag., M.Pd. 2 1 Dosen dan peneliti Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Mas’udiyah dan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 2 Dosen dan Peneliti Sekolah Tinggi Agama Islam Sukabumi Isepalisandi87@gmail.com / 081646920930 Abstrak Pengembalian kembali terhadap nilai-nilai kemanusiaan, menjadi bagian terpenting untuk menyadarkan masyarakat umum tentang pentingnya pendidikan berbasis hak asasi manusia, harapan tertinggi dari paper yang digagas penulis ini yaitu sebuah proses pembangunan yang akan mengarah pada proses perbaikan sistem pendidikan sehingga lebih konsisten dalam menjaga keberlangsungan hidup manusia di muka bumi ini. Untuk dapat merealisasikan pendidikan berbasis hak asasi manusia maka proses membangun struktur masyarakat yang arif, santun, bijaksana, toleran, dan saling menghargai atas dasar-dasar kemanusiaan diperlukan sebuah konsepsi baru dalam pendidikan. Dan hal inilah yang ditawarkan dalam paper ini. Sebab, pada masa ini proses dalam membangun moralitas anak bangsa yang sudah mulai terhegemoni atau terpengaruhi oleh fenomena-fenomena disekitarnya yang banyak memberikan masukan pengalaman kepada setiap anak baik melalui proses visual, audio, audio-visual atau bahkan kondisi lingkungannya yang nyata. Kearah yang kurang mengahargai nilai-nilai kemanusiaan, bahkan tindakan-tindakan pelanggaran terhadap kemanusiaan menjadi hal yang biasa serta menjadi konsumsi masyarakat diseluruh elemen masyarakat. Pada dasarnya dalam paper ini, isu terkait hak asasi manusia bukan hanya sekedar menggelindingkan bola panas saja. Sebenarnya tentang penanaman nilai-nilai hak asasi manusia perlu mulai ditanamkan, entah itu dengan mata pelajaran pendidikan akhlak, moral, civic education, kewarganegaraan, dan mata pelajaran lainnya. Akan tetapi, karena selama ini yang terjadi adalah banyaknya pelanggaran hak asasi manusia terjadi, maka untuk itu peninjauan kembali terhadap mata pelajaran yang diberikan diperlukan, agar dapat dianalisa, dikaji, diteliti dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kita dalam membangun masyarakat Indonesia yang beradab, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Karena rasa penting tersebut maka setiap hal yang berkaitan dengan kurangnya kesadaran akan hak asasi manusia, perlu diterjemahkan menjadi sebuah program yang mengajak seluruh stekholder untuk membangun nilai-nilai tersebut sesuai dengan harapan tertinggi bangsa ini sesuai dengan konstistusi. Oleh sebab itu, pendidikan yang mengacu pada pendekatan nilai-nilai kemanusian perlu dilakukan pada generasi muda, sebab dipundaknyalah setiap konsep-konsep yang dirancang dapat direalisasikan sehingga terbangun sebuah konsepsi baru, bahwa sikap saling menjaga hak-hak individu, saling menghargai, saling membantu, saling mengayomi, dan bersama-sama membangun hal tersebut sangatlah berarti bahkan tertanam menjadi sebuah karakter yang kuat. Key word: Hak Azasi Manusia, Multikultur, Gender, Pendidikan Agama Islam 1 Artikel dipresentasikan pada International Conference on Islam in Malay World III, pada 29-31 Oktober 2013 di Bali World Hotel Bandung Jawa Barat.