32 Seminar Nasional Pangan Fungsional PELUANG KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) SEBAGAI DIET MANULA MOHD. HARISUDIN 1 Abstrak Semakin meningkatnya jumlah angka harapan hidup di Indonesia membawa implikasi pada meningkatnya biaya perawatan manusia. Umur panjang dipandang sebagai sesuatu yang menggembirakan bagi manusia, karena saat itulah saatnya menuai hasil dari kerja keras sebelumnya (saat masih produktif). Kenyataan yang sering terjadi adalah dengan bertambahnya usia, seseorang tidak selalu linier dengan kebahagiaan. Usia lanjut seringkali membawa berbagai macam gangguan kesehatan. Umumnya disebabkan kurang berfungsinya organ tubuh untuk menunjang aktifitas fisik. Kehadiran pangan fungsional yang dimaksudkan sebagai alternatif pemecahan masalah-masalah tersebut mendapatkan apresiasi. Namun demikian, pangan fungsional apa yang akan dipilih masih menjadi pertanyaan mendasar bagi sebagian besar orang. Kacang hijau (Phaseolus radiatus) yang sudah sejak lama menjadi bahan baku produk makanan olahan di banyak daerah Indonesia ternyata memiliki potensi sebagai alternatif yang baik bagi manula. Kacang hijau (Phaseolus radiatus) memiliki berbagai unsur vitamin (A, thiamin, riboflavin, niasin, piridoksin, biotin, alfa-tokoferol) dan mineral (besi, belerang, kalsium, mangaan, magnesium). Kelompok vitamin B (B1, B6 dan B12) merupakan bahan baku untuk memproduksi asetilkolin, yaitu neurotransmitter yang berfungsi dalam fungsi mengingat. Selain itu, Phaseolus radiatus juga memiliki kandungan zat non-gizi yang sangat bermanfaat bagi manula, yaitu isoflavon. Isoflavon adalah suatu metabolit sekunder yang banyak disintesa oleh tanaman. Kata kunci: kacang hijau; antioksidan; isoflavon PENDAHULUAN Gerakan Indonesia sehat 2010 yang dicanangkan oleh Presiden sejak 1999 merupakan suatu strategi perencanaan pembangunan yang mempertimbangkan dampak terhadap kesehatan individu, keluarga dan masyarakat (Sujudi, 2004). Perwujudan Indonesia sehat 2010 difokuskan untuk membentuk sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas, yang mampu hidup lebih lama, menikmati hidup sehat, mempunyai kesempatan meningkatkan ilmu pengetahuan dan hidup sejahtera dengan tingkat pendapatan yang cukup memadai. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan sektor kesehatan adalah meningkatnya angka harapan hidup (AHH) penduduk Indonesia. Adanya peningkatan AHH ini juga membawa konsekuensi pada semakin banyaknya masalah kesehatan yang dibawa oleh manusia usia lanjut (Manula) tersebut. Peningkatan jumlah obesitas dan angka kejadian berbagai penyakit degeneratif seperti jantung koroner, hipertensi, diabetes mellitus dan kanker telah meningkat seiring meningkatnya AHH penduduk Indonesia. Paradigma hidup sehat manusia modern adalah “mencegah lebih baik dari pada mengobati” menjadi alternatif solusi dari banyaknya permasalahan kesehatan manula. Hidup sehat tanpa obat membawa implikasi pada perubahan pola hidup manusianya, seperti perubahan gaya hidup serta pola konsumsi yang mengarah pada konsumsi makanan yang menyehatkan (mengacu pedoman umum gizi 1 Dosen Jurusan Agrobisnis Fakultas Pertanian UNS.