Jurnal ELKHA Vol.4, No.1, Maret 2012 26 Analisis Gaya Kepemimpinan yang Mempengaruhi Kepuasan dan Motivasi Kerja Karyawan (Studi Kasus di PT XYZ) Riadi Budiman Program Studi Teknik Industri Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Tanjung Pura. e-mail : riadibudiman@yahoo.com Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dari gaya kepemimpinan terhadap peningkatan kepuasan kerja dan motivasi kerja karyawan serta memberikan usulan upaya peningkatan yang dapat dilakukan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan multi regresi linier, sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh antara variabel gaya kepemimpinan terhadap variabel kepuasan kerja dan motivasi kerja. Data-data penelitian didapat dari hasil penyebaran kuesioner kepada seluruh karyawan di beberapa bagian aktifitas. Gaya kepemimpinan dilihat berdasarkan gaya kepemimpinan Path-Goal, kepuasan kerja berdasarkan Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) dan motivasi kerja berdasarkan Gede Raka. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa persamaan sebagai berikut: untuk Kepuasan Kerja = 22.520 + 2.154 Gaya Kepemimpinan Yang Berorientasi Prestasi dengan koefisien R = 0,503 sedangkan untuk Motivasi Kerja = 22.631 + 0.314 Gaya Kepemimpinan partisipatif dengan koefisien R = 0,275 Kata Kunci: Gaya-Kepemimpinan, Path-Goal, Motivasi, Partisipasi 1. Pendahuluan Perusahaan merupakan juga sekelompok manusia yang saling berinteraksi dalam memenuhi tujuan bersama. Perusahaan sangat mengutamakan kinerja karyawannya dalam mencapai tujuan yang diinginkan dengan melakukan serangkaian proses aktifitas pemanfaatan sumber-sumber daya yang dimilikinya. Oleh karena itu, faktor sumber sumber daya manusia ini harus dikelola dengan baik dengan memperhatikan tingkat kepuasan dan motivasi kerja mereka. gaya kepemimpinan dalam suatu perusahaan mempunyai pengaruh sangat besar terhadap kepuasan dan motivasi kerja suatu perusahaan. hal ini terlihat dari dari cara atasan melaksanakan pekerjaannya seperti memberi perintah, menyampaikan tugas, berkomunikasi dengan karyawan dan menilai hasil kerja karyawan. kesesuaian hubungan antara apa yang diinginkan karyawan terhadap atasannya dengan apa yang diperolehnya secara nyata akan mempengaruhi kepuasan karyawan sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja mereka. sebaliknya, jika harapan karyawan tidak terpenuhi maka akan menyebabkan dampak negatif bagi motivasi dan kinerja mereka. 2. Teori Dasar Definisi kepemimpinan banyak dikemukakan para ahli sesuai dengan hasil penelitian mereka. Beberapa definisi kepemimpinan yang ada dapat disebutkan sebagai berikut : 1. Kepemimpinan adalah perilaku individu ketika ia mengarahkan kegiatan suatu kelompok menuju pencapaian tujuan bersama (Hemphill dan Coons, 1985). 2. Kepemimpinan sebagai usaha untuk mempengaruhi orang-orang dalam usaha mencapai tujuan (Koontz dan O,Donnel, 1996). 3. Kepemimpinan adalah interaksi antar individu dan bila seseorang memberikan informasi dengan cara tertentu, sehingga yang lain akan mengerti bahwa hasil kerjanya akan lebih baik bila ia berperilaku seperti yang diusulkan atau yang diinginkan (Jacob, 1990). 4. Kepemimpinan adalah tipe tertentu dari hubungan kekuasaan. Anggota kelompok mempunyai hak untuk memberi perintah ke anggota kelompok yang lain untuk berpola perilaku tertentu sesuai dengan aktivitasnya sebagai anggota kelompok (Janda, 1980). 5. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan dalam kelompok yang terorganisir untuk mencapai tujuan (Rauch dan Behling, 1994). 6. Kepemimpinan adalah pengaruh interpersonal, pada situasi tertentu dan bersifat memerintah dan memberi petunjuk melelui proses komunikasi untuk mencapai tujuan yang spesifik (Tannenbaum, Weschler, dan Massarik, 1991). Dari definisi kepemimpinan yang ada terlihat adanya perbedaan-perbedaan dalam siapa yang menggunakan pengaruh, tujuan usaha-usaha mempengaruhi, dan cara menggunakan pengaruh. Efektivitas seorang pemimpin dapat diukur dalam kualitas performansi karyawan yang dibawahinya, seperti terlihat oleh karyawan atau pengamat luar. Adapun dua aspek bagi seorang atasan dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan tertentu, antara lain : 1. Fungsi Kepemimpinan Yaitu fungsi yang dilaksanakan oleh atasan di lingkungan kelompoknya agar secara operasional berhasil guna. Seorang pemimpin mempunyai dua fungsi yaitu fungsi yang berkaitan dengan tugas dan fungsi sosial atau pemeliharaan tugas.