INKOM I-66 Perancangan Sistem Monitoring Pengolahan Limbah Cair Pada IPAL Iwan Muhammad Erwin Bidang Otomasi - Pusat Penelitian Informatika iwan@informatika.lipi.go.id Abstrak Pengolahan limbah cair dikerjakan dalam IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah). Dalam pengoperasion IPAL diperlukan data parameter yang ada dalam proses pengolahan limbah cair tersebut yaitu pH, suhu, oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO), daya hantar listrik, TOC (Total Organic Carbon), BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), dll. Untuk dapat mengetahui nilai parameter diatas perlu dipasang sensor- sensor. Apabila operator tidak dapat memonitor IPAL secara kontinyu, maka dipastikan kinerja IPAL akan tidak efektif dan efisien. Masalah ini bisa diatasi dengan pemasangan sistem otomatis yang mampu melakukan monitoring dan pengendalian proses. Namun sistem seperti ini sangat mahal, perlu biaya operasional dan perawatan yang besar pula. Untuk menekan biaya maka cukup dipasang sistem monitoring secara remote saja, pengendalian proses tetap dikerjakan operator. Dalam sistem ini sensor-sensor yang terpasang akan mengambil nilai data parameter, selanjutnya melalui RTU (Remote Terminal Unit) data-data ini dikirimkan ke kantor operator. Hasil monitoring ini ditampilkan melalui komputer menggunakan perangkat lunak Human Machine Interface (HMI). Dari data hasil monitoring ini operator dapat menentukan tindakan apa yang akan dilakukan untuk pengendalian proses di IPAL. Pada makalah ini dibuat rancangan sistem monitoring pengolahan limbah cair. Rancangan bersifat universal sehingga dapat diterapkan untuk segala jenis IPAL. Kata kunci : IPAL, monitoring, Remote Terminal Unit, Human Machine Interface, rancangan. 1. Pendahuluan Air limbah terdiri dari satu atau lebih parameter pencemar yang melampaui ambang batas yang telah ditetapkan. Kemungkinan di dalamnya terdapat minyak, lemak, bahan anorganik seperti besi, alumunium, nikel, plumbum, barium, fenol, dan lain-lain, sehingga dalam pengolahannya dibutuhkan kombinasi dari beberapa metode dan peralatan [1]. Limbah diolah dengan tujuan untuk mengambil bahan-bahan berbahaya di dalamnya dan atau mengurangi/menghilangkan senyawa- senyawa kimia maupun non-kimia yang berbahaya dan beracun [2]. Beberapa cara pengolahan limbah antara lain dengan memberikan bahan kimia yang dapat menentralkan air, menghancurkan senyawa yang berbahaya, menggumpalkan kotoran- kotoran [3]. Untuk pengolahan limbah cair perlu dibangun IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah). Pembangunan IPAL membutuhkan biaya yang tidak murah, begitu pula dengan biaya operasional dan perawatannya. Saat ini kecenderungan yang terjadi adalah pihak industri memiliki IPAL hanya sebatas untuk memenuhi persyaratan pendirian pabrik (industri) atau untuk mematuhi peraturan pemerintah. Hanya sedikit industri yang menjalankan IPAL-nya dengan benar. Batasan masalah adalah pada monitoring proses pengolahan limbah cair, bukan pada bagaimana pengendalian proses pengolahan limbah cair. Pengendalian proses masih memerlukan operator. Hal ini dipertimbangkan karena untuk monitoring sekaligus pengendalian proses memerlukan biaya yang sangat besar. Dalam makalah ini