PEMETAAN STRUKTUR, PERILAKU, DAN KINERJA PADA INDUSTRI SEMEN INDONESIA November 1, 2012 1 PEMETAAN STRUKTUR, PERILAKU, DAN KINERJA PADA INDUSTRI SEMEN INDONESIA Risris Rismayani Suwarma 1 Email: risrisrismayani@yahoo.co.id dan risrisrismayani@gmail.com ABSTRAK Semen merupakan salah satu kebutuhan pokok atau bahan utama dalam pembangunan infrastruktur suatu negara seperti pelabuhan, jalan, jembatan, bendungan, rumah, sekolah, rumah sakit dan lainnya. Secara global, semen merupakan bahan yang paling banyak dikonsumsi setelah air. Oleh karena itu, konsumsi semen suatu negara menjadi salah satu tolok ukur tingkat kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang sosio-ekonomi. Karakteristik dan permasalahan industri semen secara keseluruhan dapat dipahami dengan melakukan pemetaan terhadap faktor-faktor yang terlibat. Pemetaan Struktur, Perilaku dan Kinerja merupakan pendekatan yang umumnya dilakukan dalam menganalisis industri. Pendekatan tersebut lebih dikenal dengan istilah Structure-Conduct-Performance Paradigm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian campuran (mixed method research). Data sekunder berupa kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan melalui studi literatur. Teknik analisis data untuk data kualitatif adalah evaluasi berdasarkan karakteristik normatif, sedangkan data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi berganda (multiple regression analysis) untuk menguji konsistensi ketiga variabel penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) struktur industri semen Indonesia adalah oligopoli ketat (tight oligopoly) dengan nilai rata-rata rasio konsentrasi pasar (CR3) 2005-2011 adalah 89,94% dan nilai rata-rata MES 2005-2011 adalah 77,74%, (2) Perilaku industri semen Indonesia dengan karakteristik memiliki kecenderungan kompetisi “middle aggresive”, (3) Kinerja industri 'agak berlebih' dengan nilai rata-rata ROA industri semen Indonesia dalam kurun waktu 2005-2011 adalah 18,42%, dan (4) Terdapat konsistensi antara ketiga variabel penelitian yaitu struktur, perilaku dan kinerja. Hal tersebut telah dibuktikan secara kualitatif (33%-50%) dan kuantitatif (0,4055 atau 40,55%). Kata Kunci: Struktur, Perilaku, Kinerja, Penelitian Campuran (Mixed Method Research). 1. Pendahuluan Semen merupakan salah satu kebutuhan pokok atau bahan utama dalam pembangunan infrastruktur suatu negara seperti pelabuhan, jalan, jembatan, bendungan, rumah, sekolah, rumah sakit dan lainnya. Secara global, semen merupakan bahan yang paling banyak dikonsumsi setelah air. Oleh karena itu, konsumsi semen suatu negara menjadi salah satu tolok ukur tingkat kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang sosio-ekonomi. Hal ini senada dengan kesimpulan penelitian Bernard L Weinstein dan pernyataan Cement Industry Federation (CIF) sebagai berikut: Cement is the essential ingredient in concrete, a ubiquitous building material that is the second most consumed product globally after water. Concrete is the foundation of the nation’s infrastructure and is utilized in the construction of roads, homes, commercial buildings, dams and levees (Weinstein, 2010:19). 1 Lulusan S2 Sekolah Pasca Sarjana Institut Manajemen Telkom