1 Drs. Asep Herry Hernawan, M.Pd. - Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan - FIP - UPI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS AWAL SEKOLAH DASAR Oleh: Asep Herry Hernawan Staf Dosen Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Abstrak: Tulisan ini membahas tentang bagaimana mengembangkan model pembelajaran tematik di kelas awal sekolah dasar (SD). Dalam wacana pengembangan pembelajaran di SD di Indonesia ternyata pada umumnya masih diwarnai penyelenggaraan pendidikan dengan menekankan pada pembelajaran yang memisahkan penyajian antar satu matapelajaran dengan matapelajaran lainnya, di mana hal tersebut akan mengakibatkan permasalahan yang cukup serius terutama bagi siswa kelas awal SD. Proses pembelajaran pada kelas-kelas awal SD harus memerhatikan karakteristik anak yang akan menghayati pengalaman belajar sebagai satu kesatuan yang utuh. Pengemasan pembelajaran harus dirancang secara tepat karena akan berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman belajar anak. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual baik di dalam maupun antarmatapelajaran, akan memberi peluang bagi terjadinya pembelajaran yang efektif dan lebih bermakna. Model pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa matapelajaran untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak. Pembelajaran tematik berorientasi pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan secara efektif akan membantu menciptakan kesempatan yang luas bagi siswa untuk melihat dan membangun konsep-konsep yang saling berkaitan. Model ini akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami masalah yang kompleks di lingkungan sekitarnya dengan pandangan yang utuh. Sehingga siswa diharapkan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, menilai dan menggunakan informasi yang ada di sekitarnya secara lebih bermakna. A. Pengertian Pembelajaran Tematik Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik sebagai pemadu bahan dan kegiatan pembelajaran. Pendekan ini dimulai dengan menentukan tema, yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitannya dengan mata pelajaran yang terkait. Dalam hubungan ini, tema dapat mengikat kegiatan pembelajaran, baik dalam matapelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran. Menurut Robin Fogarty (1991) model ini disebut model webbed yang merupakan model yang paling populer dalam pembelajaran terpadu. Pembelajaran tematik banyak dipengaruhi oleh eksplorasi topik yang ada di dalam kurikulum sehingga siswa dapat belajar menghubungkan proses dan isi pembelajaran secara lintas disiplin dalam waktu yang bersamaan. Pembelajaran tematik sebagai suatu konsep dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran tematik ini, siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami.