SISI GELAP RAMADANISASI ACARA MUSIK Filosa Gita Sukmono Mengamati berbagai acara yang ada di layar televisi beberapa tahun belakangan ini maka yang menjadi perhatian selain sinetron adalah acara musik. Saat ini acara musik benar-benar menjadi primadona dalam industri pertelevisian di Indonesia. Bagaimana tidak, hampir semua stasiun televisi tiba-tiba secara serentak memiliki acara musik dan uniknya beberapa stasiun televisi menayangkannya pada jam-jam yang hampir bersamaan. Ketika momen Ramadan tiba, acara musik juga tidak mau ketinggalan dalam memanfaatkan kesempatan emas tersebut, dimana setiap bulan Ramadan jumlah penonton televisi selalu meningkat dari bulan-bulan sebelumnya. Penulis mengamati perkembangan di awal Ramadan dibeberapa stasiun televisi (SCTV, RCTI, ANTV dan Trans TV) terlihat bahwa acara musik benar-benar telah memanfaatkan momentum Ramadan. Hal ini terlihat pada hari pertama dan kedua di mana hampir semua acara musik tiba-tiba bernuansa Ramadan, salah satunya dibuktikan melalui pembicaraan para pembawa acara yang topiknya selalu tentang makna puasa, hikmah Ramadan dan masih banyak lagi. Melihat dari isinya pun hampir semua acara musik spesial Ramadan memiliki kecenderungan yang sama yaitu pembacaan tangga lagu yang didominasi lagu-lagu islami, beragam permainan, penampilan para penyanyi dan grup band serba islami, sampai pada penampilan para host yang islami dan aksi-aksi lelucon mereka yang mengarah pada kekerasan simbolik baik pada bintang tamu maupun kepada sesama host meskipun itu terjadi ketika bulan Ramadan. Gejala acara musik saat ini sebenarnya sudah terbaca sejak 1979 oleh salah satu pemikir Mazhab Frankfurt yaitu Theodor W. Adorno lewat sebuah esai dengan judul The Culture Industry: Enlightenment as Mass Deception yang ditulis bersama dengan Max Horkheimer. Dia menganggap bahwa ketika musik atau seni masuk dalam sebuah industri budaya maka acara tersebut tidak bisa terhindarkan dari proses standarisasi dan individualisasi. Hal ini pada akhirnya akan menimbulkan berbagai kebutuhan palsu di masyarakat akibat acara tersebut.