PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA UNTUK PEMBUATAN BRIKET ARANG DAN ASAP CAIR SEBAGAI PENGAWET ALAMI Eka Liandari, Risma Putri Sartika, Shifa Wardani, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta PENDAHULUAN Tanaman Kelapa (Cocos nucifera L) merupakan salah satu tanaman yang termasuk dalam family Palmae dan banyak tumbuh di daerah tropis, seperti Indonesia. Tanaman Kelapa membutuhkan lingkungan hidup yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksinya. Faktor lingkungan itu adalah sinar matahari, temperatur, curah hujan, kelembapan, dan tanah. (Palungkun, 2001) Indonesia merupakan Negara yang kaya dengan tumbuhan kelapa . Kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan salah satu komoditas pertanian sekaligus sebagai tanaman industri yang sangat potensial dan mempunyai peranan yang sangat penting baik dari segi nutrisi maupun ekonomi bagi penduduk Indonesia disamping kakao, lada dan vanili. Buah kelapa terdiri dari beberapa bagian yaitu sabut, tempurung, daging buah dan air. Seluruh bagian kelapa tersebut dapat dimanfaatkan secara terpadu misalnya, serabut dapat dijadikan keset dan dasar jok mobil; tempurung dapat dijadikan arang briket, karbon aktif, atau diolah menjadi liquid smoke; air kelapa dimanfaatkan menjadi nata de coco; daging kelapa menjadi minyak; Ampas dan blondo hasil pengolahan minyak bisa dijadikan pakan ternak (Sukartin,2005). Tempurung kelapa merupakan bagian buah kelapa yang fungsinya secara biologis adalah pelindung inti buah dan terletak di bagian sebelah dalam sabut dengan ketebalan berkisar antara 3-6mm. Tempurung kelapadikategorikan sebagai kayu keras tetapi mempumyai kadar lignin yang lebih tinggi dan kadar selulosa lebih rendah dengan kadar air sekitar 6-9% (dihitung berdasarkan berat kering) dan terutama tersusun dari lignin, selulosa dan hemiselulosa (Tilman, 1981) Apabila tempurung kelapa dibakar pada temperatur tinggi dalam ruangan yang tidak berhubungan dengan udara maka akan terjadi rangkaian proses penguraian penyusunan tempurung kelapa tersebut dan akan menghasilkan arang selain destilat, tar, dan gas (Anonim, 1983). Destilat ini merupakan komponen yang sering disebut sebagai asap cair. Arang tempurung kelapa adalah produk yamg diperoleh dari pembakaran yang tidak sempurna terhadap tempurung kelapa, prosesnya disebut pirolisis. Sebagai