367 MODEL ALIRAN POLIMER PADA MEDIA BERPORI Adnan Nullah Hakim dan Irwan Ary Dharmawan * ABSTRAK MODEL ALIRAN POLIMER PADA MEDIA BERPORI. Dalam beberapa tahun belakangan ini, kajian mengenai aliran polimer memiliki daya tarik besar terutama dalam industri perminyakan untuk Enhanced Oil Recovery (EOR). Dalam penelitian ini kami menggunakan metode Lattice Boltzmann D2Q9 untuk memodelkan aliran polimer satu fasa pada media berpori 2 dimensi dimana polimer memiliki sifat non-Newtonian shear thinning (n < 1). Model Power Law digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara viskositas efektif dengan shear rate. Hasil validasi menunjukkan bahwa profil kecepatan sangat sesuai dengan solusi analitik dan pada simulasi aliran polimer pada media berpori diketahui bahwa shear stress bernilai besar ketika gradien kecepatannya besar dan viskositas bernilai besar ketika gradien kecepatannya kecil. Kata kunci: metode Lattice Boltzmann, power law, EOR, polimer, simulasi fluida ABSTRACT POLYMER FLOW TROUGH POROUS MEDIA. In recent years, study about polymer flow is high interest especially in oil industry for Enhanced Oil Recovery (EOR). In this study we used Lattice Boltzmann Methods D2Q9 for simulated the flow of single-phase polymer fluids in 2-D porous medium which show shear thinning non-Newtonian behavior (n < 1). Power law theology models are proposed in this study to found relationship between effective viscosity and local shear rate. The validation show that the velocity profiles agree very well with exact analytical solutions and the result from simulation polymer through porous media show that shear stress will be high when shear rate high and the viscosity will be high when shear rate small. Keywords: fluid simulation, Lattice Boltzmann method, power law, EOR, Polymer PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan industri yang sangat pesat, dibutuhkan energi dalam jumlah yang sangat besar. Saat ini kebutuhan energi sebagian besar (±60%) disuplai dari minyak bumi yang diperkirakan akan habis pada tahun 2020 bila tidak ada upaya lain. Meskipun masih ada sumber energi lain seperti batu bara dan gas alam, namun sumber energi tersebut belum dapat menggantikan peran dari minyak bumi. Selain itu energi dari matahari, panas bumi, bio massa, mikrohidro, angin dan lain-lain yang merupakan sumber energi terbarukan (renewable) saat ini telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi, namun jika dilihat dari kapasitas produksi energi yang dihasilkan hanya memberikan kontribusi sekitar ±5% dari kebutuhan total energi. * Jurusan Fisika, FMIPA - Universitas Padjadjaran Jatinangor, e-mail: dharmawan@phys.unpad.ac.id