Pertumbuhan, Produksi, dan Cita Rasa Kopi pada Berbagai Tanaman Penaung Seminar Nasional Inovasi Teknologi Kopi 157 PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN CITA RASA KOPI PADA BERBAGAI TANAMAN PENAUNG Sakiroh, Iing Sobari, dan Maman Herman Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Jalan Raya Pakuwon km 2 Parungkuda, Sukabumi 43357 saky1605@gmail.com ABSTRAK Tanaman kopi memerlukan naungan dalam setiap fase hidupnya. Pada fase vegetatif diperlukan naungan yang lebih tinggi dibanding fase generatif. Pengaturan tingkat naungan pada dua fase tersebut sangat diperlukan karena akan mempengaruhi pertumbuhan, produktivitas dan cita rasa kopi. Naungan pada kopi erat kaitannya dengan proses fotosintesis. Fotosintesis yang optimal akan menghasilkan komponen vegetatif dan generatif yang lebih baik. Beberapa penelitian menunjukan bahwa naungan yang paling cocok untuk tanaman kopi adalah dari tanaman kacang-kacangan, salah satunya adalah tanaman lamtoro (Leucaena sp.), dimana tanaman ini mempunyai kelebihan selain sebagai tanaman penaung juga sebagai sumber bahan organik dari serasah daunnya. Penaung dapat meningkatkan konsistensi produksi sehingga panen dapat stabil setiap tahun. Cita rasa kopi di bawah naungan akan lebih baik pada intensitas cahaya 50-65%. Cita rasa kopi arabika yang dibudidayakan di bawah naungan Acacia abyssinica dan Cordia africana paling banyak disukai, tetapi di bawah naungan Albizia gummiferad dan Albizia schimperiana rasanya kurang disukai. Kata kunci: Kopi, naungan, pertumbuhan, vegetatif, generatif, produksi, cita rasa ABSTRACT Coffee requires shade in every phase of its life. During the vegetative phase is needed higher shading than the generative phase. Shade level control on those phases are very necessary because it will affect to the growth, productivity, and flavors. Shade on coffee is closely related to the process of photosynthesis. With optimal photosynthesis will result better components in vegetative and generative phase. Several studies shown that the most suitable shade for the coffee are legumes, one of them is lamtoro (Leucaena sp.) where these plants have advantages besides as well as shade plants can be a sourch of organic matter from the leaflitter. Shade trees can keep the consistency of production that harvest can stable in eachyear. In addition, Coffee flavor will be better under the shadding at the level 50-65% of light intensity. Arabica coffee flavor cultivated in the shade of Acacia abyssinica and Cordia africana mostwell-liked than Albizia gummiferad and Albizia schimperiana Keywords: Coffee, shade, growth, vegetative, generative, production, flavor PENDAHULUAN Sepanjang hidupnya, tanaman kopi memerlukan naungan untuk pertumbuhan dan perkembangannya dengan intensitas cahaya matahari tidak penuh dan penyinaran yang teratur. Oleh sebab itu tanaman kopi memerlukan naungan dengan tingkat yang berbeda-beda sesuai dengan fase pertumbuhannya. Pada fase pembibitan, tingkat naungan yang dibutuhkan lebih tinggi dibandingkan pada fase generatif (Arif et al., 2011). Tingkat naungan yang tidak sesuai pada fase vegetatif dan generatif akan mempengaruhi pertumbuhan, produksi, dan cita rasa kopi, walaupun perkembangan budidaya juga banyak yang tanpa menggunakan pohon penaung. Budidaya kopi tanpa naungan dapat dijumpai antara lain di Hawaii, Brasil dan Kenya (Winaryo et al., 1991 dalam Prawoto et al., 2006; Panggabean, 2011). Naungan akan mempengaruhi jumlah intensitas cahaya matahari yang diterima tanaman. Menurut Pendleton (1966), setiap jenis tanaman membutuhkan intensitas cahaya tertentu untuk memperoleh fotosintesis yang