Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 14 Mei 2011 PM-181 PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING MODEL POLYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH BAGI SISWA KELAS IX J DI SMPN 3 CIMAHI Kokom Komariah SMPN 3 Cimahi Email: Komaryah@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran problem solving model Polya serta peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk: (I) mendiskripsikan pelaksanaan metode pembelajaran problem solving model polya pada program pembelajaran intensif siap menghadapi UN 2011 pada mata pelajaran matematika yang mengacu pada SKL, (2) mengetahui peningkatan kemampuan memecahkan masalah matematika siswa kelas IX J SMPN 3 Cimahi dengan metode pembelajaran problem solving model polya. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas IX J SMPN 3 Cimahi yang terdiri dari 40 siswa pada tanggal 14 Maret sampai 26 maret 2011. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Siklus I membahas tentang menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan. Siklus II membahas tentang menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan jual-beli dan perbankan atau koperasi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah adalah hasil belajar siswa melalui tes pada akhir masing- masing siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran problem solving model Polya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan rata-rata nilai hasil belajar siswa seperti berikut ini. Rata- rata hasil belajar siswa pada siklus I meningkat sebesar 3,7 yaitu dari 52,4 menjadi 56 ,1. Sedangkan pada siklus II meningkat sebesar 8,9 yaitu dari 56,1 menjadi 65. Dengan pembelajaran ini siswa lebih teliti dalam mengerjakan suatu soal, sehingga tingkat kesalahan dalam mengerjakan soal juga berkurang. Kendala yang masih dihadapi adalah kurangnya kemampuan siswa dalam materi apersepsi yang mendukung penyelesaian masalah. Kata kunci: problem solving model Polya PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Perubahan paradigma dalam proses pembelajaran yang tadinya berpusat pada guru (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa (learner centered) diharapkan dapat mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan, sikap dan perilaku. Dalam proses pembelajaran yang berpusat pada siswa , siswa memperoleh kesempatan dan fasilitas untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam (deep learning) dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Pembelajaran yang inovatif dengan pendekatan berpusat pada siswa (student centered learning) memiliki keragaman metode pembelajaran yang menuntut partisipasi aktif dari siswa. Metode- metode tersebut antara lain adalah: a) berbagi informasi ; (b) belajar dari pengalaman