JURNAL REKAYASA SIPIL / Volume 4, No.1– 2010 ISSN 1978 – 5658 37 STUDI KARAKTERISTIK DAN MODEL PEMILIHAN MODA ANGKUTAN MAHASISWA MENUJU KAMPUS (SEPEDA MOTOR ATAU ANGKUTAN UMUM) DI KOTA MALANG Ludfi Djakfar, Amelia Kusuma Indriastuti, Akhmad Sya’ban Nasution Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang Jl. MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia E-mail : lu_jakfar@yahoo.com ABSTRAK Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia modern. Dalam pemenuhan kebutuhan akan pendidikan khususnya pendidikan formal, terjadilah pergerakan untuk mencapai sekolah ataupun kampus yang ada. Pergerakan sendiri membutuhkan moda angkutan sebagai sarana untuk bergerak. Pemilihan moda angkutan bervariasi berdasarkan tingkat kepuasan yang ditawarkan tiap moda angkutan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pengguna, karakteristik pergerakan, dan karakteristik fasilitas moda angkutan mahasiswa menuju kampus, serta membuat model pemilihan moda angkutan mahasiswa menuju kampus antara sepeda motor dan angkutan umum. Lokasi penelitian yaitu universitas dan perguruan tinggi di wilayah Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Universitas dan perguruan tinggi tersebut adalah :Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Institut Teknologi Nasional, Universitas Islam Malang, Politeknik Negeri Malang, Universitas Gajayana Malang dan Universitas Islam Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode wawancara dalam bentuk kuisioner yang disebarkan pada mahasiswa. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan model binary logistik karena hanya ada dua pilihan alternatif moda dalam studi ini yaitu angkutan umum dan sepeda motor. Kata Kunci : mahasiswa, sepeda motor, angkutan umum, analisis regresi binary logistik PENDAHULUAN Kota Malang merupakan kota pendidikan dan wilayah Kecamatan Lowokwaru sebagai pusat kawasan pendidikannya. Di kawasan ini berdiri banyak perguruan tinggi dan universitas dengan jumlah mahasiswa lebih dari 70.000 orang. Dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak, maka akan terbentuk suatu tarikan pergerakan bagi mahasiswa yang tersebar di wilayah Kota Malang menuju kampus perguruan tingginya masing-masing. Seperti yang telah disebut sebelumnya, pergerakan mahasiswa membutuhkan sarana berupa moda angkutan dan pemilihan terhadap moda tersebut bervariasi berdasarkan tingkat kepuasan yang ditawarkan tiap moda angkutan. Tingkat kepuasan yang ditawarkan tiap moda angkutan dapat berubah - ubah. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan karakteristik dari pemilihan moda itu sendiri. Perubahan karakteristik seperti berubahnya biaya perjalanan dari suatu moda akibat kenaikan harga bahan bakar minyak akan berpengaruh terhadap keputusan seseorang terutama dalam hal ini mahasiswa dalam memilih moda (bermotor) yang mereka gunakan menuju kampus.