27 POTENSI TANAMAN DALAM MENGAKUMULASI LOGAM Cu PADA MEDIA TANAH TERKONTAMINASI LIMBAH PADAT INDUSTRI KERTAS Henggar Hardiani* * Balai Besar Pulp dan Kertas, Bandung Naskah diterima tanggal : 15 Januari 2009 PLANTS POTENCY IN ACCUMULATING Cu METAL AT SOIL MEDIA CONTAMINATED BY SOLID WASTE OF PAPER INDUSTRY ABSTRACT Open dumping disposal cause several environmental problems such as pollution in soil, surface and ground water. This disposal also reduce both the aesthetic and usability area for human activities. Consequently, it is clear that the problems must be overcome . Phytoremediation is a process in pollutant clean up using plants characterized by effective, inexpensive and environmentaly friendly. The efffectively influenced by type and contaminated concentration and plants. The plants used in this research were Ischaemum timorense Kunth. and Dahlia pinnata Cav. The experiment used factorial design of two factors namely media and planting. Parameter respons of this research is metal Cu accumulation, becausee the content of this pollutant was high enough in deinking waste. The result showed that Dahlia pinnata Cav had ability to accumulate and to absorb Cu higher compared to Ischaemum timorense Kunth, with absorption efficiency of Cu 3.73% and 0.32% respectively. The ability to accumulate of Cu in root of Ischaemum timorense Kunth, stem and leaf ware 55,31 mg/kg (30,9%); 31,60 mg/kg (17,7%) and 22,11 mg/kg (12,4%) respectively, whereas Dahlia pinnata Cav were 77,41 mg/kg (43,2%) ; 30,0 mg/kg (16,8%) and 39,04 mg/kg (21,8%). Keyword: Phytoremediation, accumulation of Cu metal; solid waste of paper industry; Ischaemum timorense and Dahlia pinnata; INTISARI Pembuangan limbah padat secara timbunan terbuka berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan seperti pencemaran media air dan tanah. Pembuangan cara ini juga dapat mengurangi estetika dan pemakaian lahan yang digunakan untuk aktivitas manusia. Oleh karena itu perlu dilakukan pemulihan lahan terkontaminasi pada lokasi bekas timbunan tersebut. Fitoremediasi sebagai pemulihan media tanah terkontaminasi yang menggunakan tanaman merupakan teknologi yang efektif, murah dan ramah lingkungan. Efektifitas proses sangat dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi kontaminan serta tanaman yang digunakan. Penelitian dilakukan menggunakan tanaman Ischaemum timorense Kunth dan Dahlia pinnata Cav dengan rancangan acak pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor yaitu media tanam dan umur tanam. Parameter yang diuji adalah logam Cu yang merupakan polutan cukup tinggi di dalam limbah deinking industri kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Dahlia pinnata Cav mempunyai kemampuan mengakumulasi dan menyerap logam Cu lebih besar dibandingkan dengan Ischaemum timorense Kunth dengan efisiensi penyerapan berturut-turut sebesar 3,73% dan 0,32%. Kemampuan akumulasi Cu pada akar Ischaemum timorense Kunth, batang dan daun berturut-turut sebesar 55,31 mg/kg (30,9%); 31,60 mg/kg (17,7%) dan 22,11 mg/kg (12,4%), sedangkan akumulasi Cu tanaman Dahlia pinnata Cav. dalam akar, batang dan daun adalah 77,41 mg/kg (43,2%); 30,0 mg/kg (16,8%) dan 39,04 mg/kg (21,8%). Kata kunci: Fitoremediasi; akumulasi logam Cu; limbah padat industri kertas; tanaman rumput kakawatan (Ischaemum timorense) dan dahlia (Dahlia pinnata);