Chem Info Vol 1, No 1, Hal 101 - 107, 2013 101 PENGARUH JENIS PELARUT PADA EKSTRAKSI KURKUMINOID DARI RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Dyah Lasna Nurvita Sari 1) , Bambang Cahyono 1) , Andri Cahyo Kumoro 2) 1) Laboratorium Kimia Organik, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto, SH, Semarang 50275, Telp. (024)76480824 2) Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik,Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto, SH, Semarang 50275. Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh jenis pelarut pada ekstraksi kurkuminoid dari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Kurkuminoid merupakan salah satu kandungan kimia bioaktif dalam rimpang temulawak yang diketahui memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan dan makanan. Kandungan bioaktif tersebut dapat diekstraksi menggunakan pelarut etanol, aseton, dan etil asetat. Riset yang mencoba membandingkan pelarut yang berbeda- beda, untuk mendapatkan pelarut yang tepat dalam mengekstraksi kurkuminoid hingga sekarang belum pernah dilaporkan. Penelitian ini dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut etanol, aseton, dan etil asetat, serta perlakuan defatisasi menggunakan n-heksana sebelum diekstraksi. Analisis kandungan kurkuminoid ditentukan dengan spektrofotometer UV-tampak pada panjang gelombang maksimum 427 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aseton merupakan pelarut yang paling tepat untuk mengekstraksi kurkuminoid. Hal ini ditunjukkan dengan kadar kurkuminoid total yang tertinggi pada hasil ekstraksi menggunakan pelarut aseton dengan defatisasi maupun tanpa defatisasi. Kata kunci :Curcuma xanthorrhiza Roxb, ekstraksi, kurkuminoid, defatisasi Abstract EFFECT OF SOLVENT TYPE ON THE EXTRACTION CURCUMINOIDS OF TEMULAWAK RHIZOME (Curcuma xanthorrhiza Roxb) This study concerned in the effect of solvents on the extraction of curcuminoids from temulawak rhizome (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Curcuminoids is one of the bioactive chemical constituents in rhizome of temulawak, known to have many benefits in the field of health and food. Bioactive ingredients may be extracted using ethanol, acetone, and ethyl acetate as solvent. Research that tries to investigate different solvents to obtain appropriate solvent in extracting has yet to be reported. This research was done by extraction using ethanol, acetone, and ethyl acetate, and defatization using n-hexane. The curcuminoids content was determined by UV-visible spectrophotometer at maximum wavelength of 427 nm. The results showed that acetone is the most appropriate solvent for the extraction of curcuminoids. It demonstrated the highest levels of total curcuminoids extracted with or without defatization Keywords: Curcuma xanthorrhiza Roxb, extraction, curcuminoid, defatization