         27       Adhi Kusumastuti Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Universitas Negeri Semarang adhi_kusumastuti@staff.unnes.ac.id : Serat sisal merupakan penguat yang menjanjikan untuk digunakan sebagai komposit karena harganya yang murah, densitasnya yang rendah, kekuatan spesifik dan modulusnya yang tinggi, tanpa resiko kesehatan serta tersedia melimpah dan merupakan bahan alam terbarukan. Pengambilan serat sisal dapat dilakukan dengan pembusukan maupun penyisiran menggunakan dekortikator. Secara konvensional, serat sisal sering digunakan sebagai bahan baku pada pembuatan tali, tikar, karpet, kerajinan, dan lain’lain. Secara teknis, serat sisal potensial untuk digunakan sebagai komposit bagi bahan bangunan, kendaraan, rel kereta api, geotekstil, hingga kemasan. Akhir’akhir ini, keinginan masyarakat untuk mendiversifikasikan penggunaan komposit berbahan dasar serat sisal telah meningkat. Sebagai komposit, sisal telah dikombinasikan dengan polyester, epoxy, polyethylene, dan karet. Harga serat sisal yang murah dan sifatnya yang istimewa menjadikan serat sisal sebagai salah satu serat alam yang paling banyak digunakan sebagai komposit.  : Serat sisal, komposit, polimer, sifat mekanis   Serat alam merupakan alternatif  komposit untuk berbagai komposit polimer karena keunggulannya dibanding serat sintetis. Serat alam mudah didapatkan dengan harga yang murah, mudah diproses, densitasnya rendah, ramah lingkungan, dan dapat diuraikan secara biologi. Akhir’akhir ini, pemanfaatan serat alam sebagai  komposit telah diaplikasikan secara komersial di berbagai bidang seperti bidang otomotif dan konstruksi. Di antara berbagai jenis serat alam, sisal merupakan salah satu tanaman yang paling banyak digunakan (lihat Gambar 1). Serat yang dihasilkan dari daun sisal tersebut digunakan sebagai tali, benang, karpet, dan kerajinan karena kekuatannya yang baik, tahan lama, , dan afinitas terhadap zat warna baik. Sisal merupakan salah satu serat alam yang paling banyak digunakan dan paling mudah dibudidayakan. Sisal tumbuh liar sebagai pagar dan di sepanjang rel kereta api di India (Murherjee dan Satyanarayana, 1984). Produksi sisal di seluruh dunia mencapai hampir 4.5 juta ton tiap tahunnya. Tanzania dan Brazil merupakan negara penghasil sisal terbesar (Chand   1988). Serat sisal merupakan serat keras yang dihasilkan dari proses ekstraksi daun tanaman sisal ( ). Meskipun tanaman ini berasal dari amerika Utara dan Selatan, sisal dapat tumbuh dengan baik hingga di Afrika, Hindia Barat, dan Timur jauh. Tanaman sisal dapat menghasilkan 200’ 250 daun, dimana masing’masing daun terdiri dari 1000’1200 bundel serat yang mengandung 4% serat, 0.75% kutikula, 8% material kering, dan 87.25% air (Murherjee dan Satyanarayana, 1984).     Normalnya, selembar daun sisal mempunyai berat sekitar 600 gram yang dapat menghasilkan 3% berat serat atau 1000 helai serat. Daun sisal terdiri dari 3 tipe, yaitu mekanis,  dan . Serat mekanis diekstrak dari bagian tepi