PEMBAHASAN TENTANG PERSEPSI BUNUH DIRI SEBAGAI JALAN KELUAR A. Pengertian Bunuh Diri Bunuh diri adalah, perbuatan menghentikan hidup sendiri, yang dilakukan oleh individu itu sendiri. Namun, bunuh diri ini dapat dilakukan pula oleh tangan orang lain. Misal : bila si korban meminta seseorang untuk membunuhnya, maka ini sama dengan ia telah menghabisi nyawanya sendiri. Dimana, Menghilangkan nyawa, menghabisi hidup atau membuat diri menjadi mati oleh sebab tangan kita atau tangan suruhan, adalah perbuatan-perbuatan yang termasuk dengan bunuh diri. Bunuh diri adalah t i n d a k a n menghilangkan nyawa sendiri dengan menggunakan segala macam cara. Berdasarkan data forensik FKUI/RSCM 1995-2004 terdapat 771 orang laki-laki bunuh diri dan 348 perempuan bunuh diri. Dari jumlah tersebut, 41% melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri, dengan menggunakan insektisida 23% dan overdosis mencapai 356orang. B. Tipe-Tipe Bunuh Diri Menurut Durkheim ada empat tipe bunuh diri: 1. Tipe pertama adalah bunuh diri egoistik (egoisticsuicide). Akibatnya adalah nilai-nilai, berbagai tradisi, norma-norma serta tujuan-tujuan sosial pun sangat sedikit untuk dijadikan panduan hidupnya. 2. Kedua, bunuh diri altruistik (altruistic suicide). Contoh: bunuh diri yang dilakukan kalangan anggota militer. Fenomena ini sering dilakukan tentara Jepang pada PD II dengan menghancurkan kekuatan musuh. 3. Ketiga, bunuh diri anommik (anomic suicide) yang berarti bunuh diri yang dilakukan ketika tatanan, hukum-hukum,serta berbagai aturan moralitas sosial mengalami kekosongan.Terdapat empat jenis bunuh diri yang disebabkan situasi anomik ini,yakni: a. Anomi ekonomis akut, b. Anomi ekonomis kronis, c. Anomi domestik akut, d. Anomi domestik kronis. 4. Keempat, bunuh diri fatalistik (fatalisticsuicide) yang merupakan akibat dari regulasi atau pengaturan yang berjalan secara bersambung dan berlebihan terhadap kehidupan individu. Di sini individu merasakan hidupnya tidak berharga karena sedemikian tertindas atau dibatasi ruang geraknya.Fenomena banyak orang yang mengakhiri hidupnya secara tragis tak terlepas dari fakta bahwa masyarakat di kota-kota besar mengalami tekanan sosial atau tekanan kelompok yang sangat serius. C.Faktor dan Alasan Tindakan Bunuh Diri Faktor yang menyebabkan bunuh diri dapat dibedakan d a l a m beberapa macam melalui riset yang dilakukan, yaitu: 1. faktor kehamilan melakukan bunuh diri ternyata sudah ditentukan saat sang jabang bayi kali pertama dilahirkan. Hal ini terungkap dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh tim dari Swedia pimpinan Dr Danuta Wasserman yang melakukan penelitian atas 700.000 remaja. 2. Faktor Genetik Ada yang berpikir bahwa bawaan genetik seseorang dapat menjadi faktor yang tersembunyi dalam banyak tindakan bunuh diri. Memang gen memainkan peranan dalam menentukan temperamen seseorang, dan penelitian menyingkapkan bahwa dalam beberapa garis keluarga, terdapat lebih banyak insiden bunuh diri. Buku Inside the Brain menjelaskan, "Kadar serotonin yang