Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 14, No. 3 September 2011 133 Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan PENERIMAAN DOKTER DAN WAKTU TUNGGU PADA PERESEPAN ELEKTRONIK DIBANDINGKAN PERESEPAN MANUAL DOCTORS’ ACCEPTANCE AND PATIENTS’ WAITING TIME ON COLLECTING MEDICINE USING ELECTRONIC PRESCRIPTION SYSTEM COMPARED TO MANUAL Putu Kusumarini 1 , Iwan Dwiprahasto 2 , PE Wardani 3 1 Bagian Penyakit Dalam, Rumah Sakit Akademik, UGM, Yogyakarta 2 Bagian Farmakologi, FK UGM, Yogyakarta 3 Instalasi Farmasi RS Bethesda, Yogyakarta JURNAL MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN VOLUME 14 No. 03 September 2011 Halaman 133 - 138 Artikel Penelitian ABSTRACT Background: Since February 2009 hospital has been using electronic prescribing at outpatient clinics to reduce the medi- cine collection waiting time at outpatient pharmacy. Objective: To describe the role of electronic prescribing in minimizing the risk during prescribing and transcribing, identify doctors’ acceptance and also to compare patients, medicine collection waiting time with electronic prescribing to manual prescribing. Methods: A study on doctors’ acceptance was a descriptive study by using quantitative analysis. Interview with doctors regarding their experience in using electronic prescribing and also interview with pharmacies getting information about the role of electronic prescribing in minimizing the risk during pre- scribing and transcribing was a quantitative analysis study. A study on comparing patients’ medicine collection waiting time with electronic prescribing to manual prescribing was using quasi-experimental method. Results and conclusions: Path analysis results showed that perceived usefullness had bigger influence than perceived ease of use in term of acceptance of electronic prescribing. Most of doctors told that they have benefit of using electronic prescribing. Electronic prescribing could minimize the risk dur- ing prescribing and transcribing and also reduce the waiting time. Keywords: electronic prescribing, doctors’ acceptance, pre- scribing, transcribing, medicine collection waiting time ABSTRAK Latar belakang: Untuk mengurangi lama waktu tunggu di instalasi farmasi rawat jalan, sejak Februari 2009 rumah sakit memulai penggunaan resep elektronik di instalasi rawat jalan. Tujuan: Menjelaskan peran resep elektronik dalam meminimal- kan risiko pada fase prescribing dan transcribing, mengidentifi- kasi penerimaan dokter terhadap pelaksanaan resep elektronik dan mengukur waktu tunggu pasien yang mendapat resep elektronik dibandingkan yang mendapat resep manual. Metode: Penelitian penerimaan dokter terhadap penggunaan resep elektronik adalah penelitian deskriptif dengan mengguna- kan analisa kuantitatif. Wawancara tentang pengalaman dokter dalam menggunakan resep elektronik dan wawancara pada apoteker tentang peran resep elektronik dalam meminimalkan risiko pada fase prescribing dan transcribing dengan menggu- nakan analisa kualitatif. Penelitian waktu tunggu resep elektronik dibandingkan resep manual adalah penelitian kuasi eksperimen- tal. Hasil dan kesimpulan: Hasil dari analisa jalur menunjukkan persepsi manfaat memiliki pengaruh yang lebih besar melalui sikap user daripada persepsi kemudahan terhadap menerima dan menggunakan resep elektronik. Sebagian besar dokter merasakan manfaat resep elektronik. Resep elektronik dapat meminimalkan risiko pada fase prescribing dan transcribing dan mengurangi waktu tunggu. Kata Kunci: resep elektronik, penerimaan dokter, prescribing, transcribing, waktu tunggu PENGANTAR Resep elektronik adalah generasi elektronik dari peresepan melalui data entry secara otomatis meng- gunakan software resep elektronik dan jaringan trans- misi yang menghubungkan resep dengan apotek. Resep elektronik diharapkan dapat mengganti resep manual, resep yang dicetak komputer dan computer faxed prescription. Keunggulan resep elektronik dibandingkan resep manual tercantum dalam Tabel 1. Untuk menjamin kerahasiaan informasi pasien, resep elektronik dikirimkan melalui jaringan yang aman dan tertutup yang hanya ditujukan untuk kepentingan peresepan. 1 Penerimaan pengguna dapat didefinisikan seba- gai keinginan sebuah kelompok pengguna dalam memanfaatkan teknologi informasi yang didesain untuk membantu pekerjaan mereka. Untuk mem- prediksi penerimaan pengguna dalam bidang sistem informasi, para peneliti membuat model yang dapat menggambarkan penerimaan pengguna. Salah satu yang terkenal adalah model dari Davis 3 yaitu Tech- nology Acceptance Model (TAM). Technology Ac- ceptance Model (TAM) memprediksi penerimaan pengguna terhadap teknologi apapun berdasarkan dua faktor: 1) perceived usefulness adalah tingkatan yaitu pengguna berpersepsi bahwa dengan meng- gunakan sistem akan meningkatkan kinerja mereka dalam bekerja, 2) perceived ease of use adalah tingkatan yaitu pengguna berpersepsi bahwa dengan