2012 KAJIAN EPISTEMOLOGI MATEMATIKA DAN ILMU ALAM Rezky Agung Herutomo Abstrak Pengetahuan matematika diklasifikasikan sebagai pengetahuan apriori, karena terdiri dari proposisi yang menegaskan atas dasar alasan saja. Alasan tersebut termasuk logika deduktif dan definisi yang digunakan dalam hubungannya dengan seperangkat asumsi aksioma atau postulat matematika, sebagai dasar untuk menyimpulkan pengetahuan matematika. Setiap pernyataan adalah aksioma yang diambil dari yang sebelumnya ditetapkan oleh set aksioma, atau diturunkan oleh aturan inferensi dari satu atau lebih pernyataan terjadi sebelumnya dalam urutan. Logika adalah masa muda matematika dan matematika adalah masa dewasa logika. Logika menjadi lebih matematis dan matematika menjadi lebih logis. Ilmu-ilmu alam bukan hanya berupa kumpulan lukisan gejala alam. Ada semacam keyakinan bahwa masing-masing gejala alam itu tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dalam satu pola sebab akibat yang dapat dipahami dengan penalaran yang seksama. Ini menjadi tugas teori dalam ilmu-ilmu alam. Jika diteliti, sekelompok gejala dapat dirangkum dalam suatu wadah yang meletakkan masing-masing gejala itu pada jalur-jalur yang berkaitan dengan hukum penalaran yang serasi dari aturan sebab akibat yang dinamakan hukum alam. Adakalanya gejala-gejala alam yang tersedia masih berupa bahan mentah, jauh dari siap untuk dirangkaikan dalam satu teori. Untuk itu perlu dikembangkan konsep-konsep baru sebagai penolong. Konsep-konsep tersebut meskipun sangat abstrak namun harus tetap murni, artinya ada pengamatan atau pengukuran yang sanggup memberi informasi tentang nilai konsep tersebut. 1. Kajian Epistemologi Matematika Ilmu-ilmu pengetahuan semuanya telah menggunakan matematika, baik matematika sebagai perkembangan aljabar maupun statistik. Philosophy modern tampaknya juga tidak tepat bila pengetahuan tentang matematika tidak mencukupinya. Banyak sekali ilmu-ilmu sosial sudah sampai mempergunakan matematika sebagai sosiometri, psychometri, economimetri, dan sebagainya. Hampir dapat dikatakan bahwa fungsi matematika hampir sama luasnya dengan fungsi bahasa (Santoso, 1976). Matematika dan logika, sejarah berbicara, banyak studi yang membedakannya. Matematika terkait dengan ilmu pengetahuan, sedangkan logika