Jurnal Akuntansi FE Unsil, Vol. 3, No. 1, 2008 ISSN : 1907 - 9958 PENGARUH HUTANG DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR (Survey Pada Perusahaan Manufaktur Yang Tercatat Di Bursa Efek Jakarta) Tedi Rustendi (Staf Pengajar Jurusan Akuntansi FE Universitas Siliwangi Tasikmalaya) Farid Jimmi (Alumni Jurusan Akuntansi FE Universitas Siliwangi) ABSTRACT The purpose of this reseach to find out whether debt with insider ownership has influence to firm value at company of manufacturing which enlist in Jakarta Stock Exchange both individually and groups. In this reseach data collected by using survey method. The technique analyze data is multiple regression analysis, coefficient correlation analysis with determination analysis. This analysis done to find out whether the debt with insider ownership positive influence towards firm value both individually and groups. From the analysis can be concluded that the groups debt with insider ownership positive influence towards firm value and the individually found that debt positive influence toward firm value and insider ownership not positive influence towards firm value. I. Pendahuluan Dalam era industrialisasi yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap perusahaan harus meningkatkan daya saing secara terus-menerus. Persaingan yang semakin meningkat baik di pasar domestik maupun di pasar internasional menuntut perusahaan untuk dapat mempertahankan atau memperoleh keuntungan kompetitif dengan cara memberikan perhatian penuh pada kegiatan operasional dan finansial perusahaan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh para pemilik dan pemegang saham adalah dengan mempekerjakan tenaga ahli / profesional untuk diposisikan sebagai manajer ataupun komisaris untuk mengelola perusahaan. Para pemilik mempekerjakan mereka dengan harapan di bawah pengelolaan tenaga ahli / profesional, kinerja perusahaan akan menjadi lebih terjamin, dapat bertahan dan bersaing di tengah suasana pasar yang semakin kompetitif sekaligus mewujudkan tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan kesejahteraan pemilik dan pemegang saham. Hutang adalah instrumen yang sangat sensitife terhadap perubahan nilai perusahaan. Para pemilik perusahaan lebih suka perusahaan menciptakan hutang pada tingkat tertentu untuk menaikan nilai perusahaan. Agar harapan pemilik dapat dicapai, prilaku manajer dan komisaris harus dapat dikendalikan melalui keikut sertaan dalam kepemilikan saham perusahaan. Dengan demikian perimbangan kepemilikan dapat menciptakan kehati-hatian para manajer dalam mengelola perusahaan. Kebangkrutan perusahaan bukan hanya menjadi tanggungan pemilik utama, namun juga para manajer ikut menanggungnya. Konsekuansinya para manajer akan bertindak hati-hati termasuk dalam menentukan hutang perusahaan. Oleh karena itu kepemilikan oleh para manajer menjadi perimbangan penting ketika hendak meningkatkan nilai perusahaan. Kepemilikan Perusahaan pada sekarang ini biasanya sangat menyebar. Sedangkan kegiatan operasi perusahaan sehari – hari dijalankan oleh para manajer ,yang biasanya tidak mempunyai saham 411