52 JURNAL PRODUKSI TANAMAN Vol. 1 No. 2 MEI-2013 ISSN: 2338-3976 SISTEM TANAM DAN UMUR BIBIT PADA TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI 13 CROPPING SYSTEM AND SEEDLING AGE ON PADDY (Oryza sativa L.) INPARY 13 VARIETY Fita Anggraini 1*) , Agus Suryanto, Nurul Aini *) Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jln. Veteran, Malang 66514, Indonesia ABSTRAK Penelitian dengan tujuan mempelajari pengaruh sistem tanam dan umur bibit yang tepat sehingga dapat meningkatkan produksi padi sawah (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 13. Percobaan dilaksanakan di Desa Kalianyar, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Terletak pada ketinggian ± 40 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata harian 29-32 0 C. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2012 – Juli 2012. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 8 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara sistem tanam dan umur bibit. Sistem tanam legowo memberikan hasil lebih baik pada jumlah anakan, indeks luas daun dan produksi gabah ton ha -1 bila dibandingkan dengan sistem tanam tegel. Tanaman padi dengan perlakuan umur bibit 14 hari mampu meningkatkan produksi padi sawah dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan umur bibit 7 hari . Hal ini terlihat dari hasil jumlah anakan, luas daun, indeks luas daun, bobot kering total tanaman, laju pertumbuhan, jumlah malai/rumpun, produksi gabah ton ha -1 , bobot gabah per rumpun dan indeks panen yang lebih baik daripada umur bibit 21 dan 28 hari. Kata kunci: padi, sistem tanam jajar legowo, system tanam tegel, umur bibit ABSTRACT A research purpose is to study the effect of cropping system and seedling age to get high production of paddy (Oryza sativa L.) Inpari 13 Variety. Experiments conducted at Kalianyar Village, Kertosono District, Nganjuk Regency. With a height of ± 40 meters above sea level and temperature of 23 - 26 0 C. Experiments was conducted in March 2012 to July 2012. This study used Split Plot Design (SPD) with 8 treatment and 3 replication. From the research shown that not occurring interaction between legowo system and seedling age at 14 day. Legowo system give better yield on the number of tiller per plant, leaf area index and grain yield ton ha -1 than tegel system. Seedling age reatment at 14 day can increase production of paddy and not significant different with 7 day treatment. This is evident from number of tiller per plant, leaf area, leaf area index, total dry weight, crop growth rate, number of panicle per plant, grain yield ton ha -1 , grain yield per plant, and harvest index better than 21 and 28 day treatment. Keywords: paddy, legowo cropping system, tegel cropping system, seedling age PENDAHULUAN Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting yang telah menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia. Di Indonesia, padi merupakan komoditas utama dalam menyokong pangan masyarakat. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Oleh karena itu, kebijakan ketahanan pangan menjadi fokus utama dalam