Aquacultura Indonesiana (2004) 5(1) : 7–17 ISSN 0216–0749 Hak cipta oleh Masyarakat Akuakultur Indonesia 2005 7 Risk Factor Analysis Using Limited Farm Records Semuel AM. Littik 1 and Leigh Owens 2 1)Program Studi Budidaya Perikanan, Fakultas Perikanan, Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia. 2)Discipline of Microbiology and Immunology, School of Biomedical Sciences, James Cook University, Douglas 4811 Australia Abstract Semuel Littik and Leigh Owens. 2004. Risk factor analysis using limited farm records. Aquacultura Indonesiana, 5(1): 7–17. Risk factor analysis is crucial for routine decision making in disease management in farmed prawns. However, most of the prawn farms lack records of the history and diagnosis of diseases. Conveniently, most farms log data of food budget management, water quality and production. Here, these records and the histology of limited prawn samples were used in a risk factor analysis related to declining production in a Penaeus monodon farm in northern Queensland, Australia. Daily food budget and prawn biomass were used as the proxy measures of the prawn health. It was assumed that food budget and prawn biomass increase when the prawns are healthy. Likewise, both variables decrease when the prawns are unhealthy. Statistics was employed to investigate any possible correlation between the food budget and 10 parameters of daily water quality (265 working days from 18 crops); the biomass and 5 parameters of prawn biology, 6 parameters of farming management and 1 parameter of production (29 crops within 9 mo data span); and 2 parameters of histology of 35 sub–adult P. monodon. Coherent, analogical and histological analyses show that high salinity (33 ppt), low temperature (26 o C), young age (<107 days), high stocking density (>20 pcs/m 2 ), systemic bacterial infection (46% prevalence) and muscle necrosis (91% prevalence) were the potential risk factors of declining prawn production in the farm. Non”systemic and minor cellular changes associated with suspected viruses suggest that viral disease was very likely not a risk to the prawn production. The relatively simple procedures and statistical analysis in this exercise may be applicable and useful for prawn farms lacking resources for routine diagnosis of diseases. Keywords: Risk factor analysis; Farm records; Limited Abstrak Analisis faktor-faktor resiko sangat penting dalam pengambilan keputusan rutin berkaitan dengan pengelolaan penyakit udang budidaya. Tetapi pada umumnya perusahaan budidaya udang tidak memiliki catatan sejarah dan diagnosa penyakit. Biasanya mereka mencatat data pengelolaan pakan, kualitas air dan produksi. Dalam studi ini, data-data tersebut ditambah histologi udang dipakai untuk menganalisa faktor-faktor resiko sehubungan dengan merosotnya produksi udang Penaeus monodon di sebuah pertambakan di sebelah utara Queensland, Australia. Jumlah pakan harian dan biomassa udang dipakai sebagai ukuran penduga kesehatan udang. Diasumsikan, jumlah pakan harian dan biomassa udang meningkat ketika udang dalam kondisi sehat. Sebaliknya, kedua faktor tersebut akan menurun jika udang dalam kondisi sakit. Metode statistika diterapkan untuk memeriksa kemungkinan adanya korelasi antara jumlah pakan harian dengan 10 parameter kualitas air (sampel selama 265 hari kerja dari 18 kali penebaran); antara biomassa dengan 5 parameter biologi udang, 6 parameter pengelolaan, dan 1 parameter produksi (data 9 bulan dari 29 kali penebaran); ditambah 2 parameter histologi udang. Analisa koheren, analogis dan histologis menunjukkan bahwa salinitas air yang tinggi (33 ppt), temperature air yang rendah (26 o C), umur udang di bawah 107 hari, padat penebaran di atas 20 benur/m 2 , infeksi bakteri sistemik (prevalensi 46%) dan nekrosis otot (prevalensi 91%) merupakan faktor-faktor yang memperbesar resiko menurunnya produksi udang dalam kasus ini. Infeksi virus ditemukan tidak bersifat sistemik dan tidak menyebabkan kerusakan sel yang berarti. Hal itu menunjukkan bahwa kemungkinan besar virus bukanlah salah satu faktor resiko di pertambakan dimaksud. Prosedur analisa dan metode statistika yang sederhana dalam studi ini mungkin berguna dan dapat diterapkan bagi perusahaan budidaya udang yang tidak memiliki sumberdaya yang cukup untuk melakukan diagnosa penyakit secara rutin. Kata kunci: Analisis faktor-faktor resiko; Catatan budidaya; Pembatas