1 Menakar Makna Teologi Pendidikan: Kajian Reflektif-Paradigmatik Oleh: Rudi Ahmad Suryadi ABSTRACT Islamic education is a study that has epistemologic aspect. It can be connected in philosophic statement of God in the apocalyptic perspective. Theology on Islamic education has an important position in the development of the idea in the theory of Islamic education. Its paradigmatic conception is important for building a theory developed to strengthen existing Islamic education. It is not based by an understanding of the theology of the deity. To build an educational paradigm that theological conception of human construction also influence the education paradigm. Kata kunci: Pendidikan Islam, Paradigma, Teologi Pendidikan A. Pendahuluan Kegelisahan umat manusia sekarang ini salah satunya disebabkan oleh paradigma pendidikan yang salah. Umat manusia seolah merasa resah dalam menghadapi kenyataan hidup yang kian berubah secara cepat. Apalagi dalam lingkungan buana yang tanpa batas (the borderless world). Para pakar pendidikan merasa ikut andil dalam memikirkan hal ini karena akan mengancam keberlangsungan manusia dan kemanusiaannya. Kemegahan akal, kognisi, dan rasionalismenya mempersempit manusia dan menempatkan manusia dalam “ruang sempit “ akal. Segalanya dipandang dalam kacamata akal. Akal yang menjadi pusat. Karena memperkuat posisi akal seperti ini akhirnya manusia dengan dalih akalnya ingin hidup bebas; bahkan bebas tak terbatas. Akhirnya, kebebasannya itu menjadi tujuan utamanya. Segala macam hal ia lakukan untuk mengejar apa yang dicita-citakan. Kebebasannya ini yang akan mengakibatkan manusia terjerumus pada jurang kehancuran. Dalam paradigma pendidikan semacam ini manusia “dikotak-kotakan”, terparsialkan, dan cenderung mengalienasikan manusia pada kesadarannya. Manusia dalam pandangan seperti ini hanya dihargai lewat akalnya, tanpa melihat aspek-aspek berharga yang lain yang berada dalam diri manusia. Padahal bukankah aspek lain pun turut mempengaruhi keberhasilan manusia dalam mengarungi kehidupannya. 1 1 Tak dapat disangkal memang, dalam teori-teori pendidikan dan psikologi Barat muncullah konsep kecerdasan- kecerdasan lain (quotience) yang sekarang sedang berkembang dan digandrungi. Daniel Goleman dalam Emotional Quotience mencoba memaparkan kecerdasan-kecerdasan emosi manusia. Begitu pula Danah Zohar yang mencoba memfokuskan kajiannya pada aspek spiritual manusia atau yang dikenal dengan Spiritual Quotience. Hal ini menunjukan