1 RUANG PUBLIK PADA KORIDOR JALAN BATUJAI DI LOMBOK TENGAH Fahri Ansyori, Antariksa, Wahid Hasyim Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya Jl. MT Haryono No.167, Telp. (0341), Fax. (0341) 551430 Malang 65145 Email: koma_nol@yahoo.com ABSTRAK Koridor jalan Batujai mempunyai panorama alam yang menarik menghubungkan kota Praya dengan lokasi bandar udara baru dan kawasan wisata di bagian selatan. Salah satu potensi penting pada koridor ini adalah adanya waduk Batujai yang telah hadir sebagai spirit bagi kawasannya. Dibangunnya bandar udara baru akan membawa pengaruh besar bagi kawasan sekitar terutama sepanjang koridor jalan menuju pusat kota. Studi ini dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi dan karakteristik ruang publik yang ada, menggali persepsi masyarakat yang dijadikan dasar bagi arahan pengembangannya. Selain memperkuat posisi kawasan ini sebagai gerbang kota juga sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan ekologi kotanya dimasa mendatang. Penelitian ini bersifat dekskriptif dengan paradigma fenomenologis yang menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Ruang publik pada koridor Jalan Batujai terbentuk secara alami dan tersebar secara linear memanfaatkan ruang sisi jalan terutama pada bagian yang berdekatan langsung dengan Waduk Batujai. Keberadaan Waduk Batujai menjadi daya tarik utama pada kawasan tapi masih minim dalam pemanfaatan potensinya. Variabel penting yang mempengaruhi persepsi masyarakat terdiri dari kondisi ruang publik, peletakan lemen-elemen dalam tapak, pemandangan dan interaksi sosial. Pengembangannya diarahkan dengan memanfaatkan potensi lingkungan yang ada untuk mendukung peran kawasan ini sebagai gerbang kota. Kata kunci: Ruang Publik, Potensi Kawasan ABSTRACT Batujai road corridor has an enormous area of spectacular natural beauty connecting Praya city to the location of a new airport and some tourist attractions in the south. One of the important places there having some potential is Batujai reservoir which has been present as the spirit for the surroundings. The construction of the airport will also have a significant influence on the surroundings, especially the area along the road corridor to the downtown. This study aims to identify the conditions and characteristics of the existing public space and also to know the public perception of Batujai which becomes the base for the direction of its development. Those conditions and characteristics can strengthen its position as the main entrance of the city and keep the natural balance in the future. This is a descriptive research with the paradigm of phenomenology that uses qualitative and quantitative method. The public space on Batujai road corridor which is formed naturally and spread linearly use the space along the road especially the area that is next to Batujai reservoir. The existence of Batujai reservoir becomes the most attractive place in the area of Batujai, but its potency is unfortunately not fully developed yet. The significant variables influencing the public perception consist of the condition of public space, placing some elements in the site, the panoramas and the social interaction. The Batujai’s development is directed by exploiting the potency of the environment to support this area’s role as the main entrance of the city. Keywords: public space, potential areas PENDAHULUAN Ruang publik sebagai ruang sosial sering luput dari perhatian bahkan cenderung diabaikan dan di alih-fungsikan sebagai ruang- ruang yang lebih bersifat komersil dengan dalih modernisasi. Dalam perkembangannya selama ini, kota-kota di Indonesia dapat dikatakan hanya berkutat pada pembangunan dan pertumbuhan fisik semata. Hal tersebut cenderung menampilkan jati diri sebuah kota sebagai kota teknopolis atau kota yang keras, yaitu mendewakan teknologi, memerangi alam dan mengerdilkan manusia (Budiardjo, 1993). Manusia dengan kebutuhan sosialnya sering terabaikan, dapat dilihat bagaimana kota-kota saat ini cenderung mengabaikan keberadaan ruang-ruang terbuka publik sebagai wadah interaksi sosial. Hal tersebut perlu antisipasi dari awal, terutama pada kawasan- kawasan pengembangan baru. Kota Praya sebagai kota pemerintahan di Kabupaten Lombok Tengah termasuk dalam katagori kota kecil dengan kisaran jumlah penduduk sebesar 55.041 jiwa dan tingkat kepadatan penduduk < 5000 jiwa setiap kilometer persegi (Sumber : profil bangun praja Kota Praya 2003).