Proses dalam UCB Banking TINJAUAN PUSTAKA Proses dalam Umbilical Cord Blood Banking Maria Teresa Wijaya, Ferry Sandra Research Center, PT. Kalbe Farma Tbk., Jakarta, Indonesia ABSTRAK Sejak aplikasi pertamanya dalam transplantasi di tahun 1988, sel induk (stem cells) dari darah tali pusat (umbilical cord blood atau UCB) mulai disebut-sebut sebagai pengganti sel induk dari sumsum tulang belakang. Bahkan, dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan, kini UCB perlahan mulai menggantikan posisi sumsum tulang belakang sebagai sumber utama sel induk untuk terapi. Seiring dengan meningkatnya peranan UCB, mulai muncullah UCB bank sebagai tempat penyimpanan sel induk untuk digunakan di kemudian hari. Proses yang dilakukan dalam UCB banking secara umum meliputi tiga tahapan, yaitu isolasi, pemrosesan dan screening, serta penyimpanan jangka panjang. Dalam ketiga tahapan tersebut, ada banyak faktor yang menentukan tingkat kualitas UCB yang didapatkan. Mengingat pentingnya peranan kualitas UCB (terutama dilihat dari segi kuantitas sel induk yang didapatkan) dalam menentukan keberhasilan transplantasi, amatlah penting untuk memaksimalkan tiap tahap dalam proses UCB banking. INTRODUKSI Keberadaan colony-forming cells dalam UCB pertama kali ditunjukkan oleh Knudtzon (1974) 1 . Beberapa tahun kemudian, Nakahata dan Ogawa (1982) menemukan bahwa populasi colony-forming cells tersebut mengandung antara lain, sel induk dan early hematopoietic progenitor cells 2 . Dan pada tahun 1988 diadakanlah, untuk pertama kalinya di dunia, transplantasi UCB pada seorang pasien anak penderita Fanconi Anemia 3 . Data sampai November 2004 menunjukkan bahwa sudah ± 6000 transplantasi UCB dilakukan di seluruh dunia 4 . Seiring dengan makin banyaknya riset tentang UCB, popularitas UCB sebagai alternatif sumber sel induk (khususnya sel induk hematopoietik) untuk pengobatan kanker mulai menanjak. Dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan oleh penggunaan UCB dalam transplantasi, muncullah ide-ide untuk mengadakan sebuah sistem penyimpanan UCB atau UCB banking, mirip dengan sistem yang sudah ada terlebih dahulu untuk sumsum tulang belakang. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pasien yang membutuhkan transplantasi dengan menyediakan sampel UCB yang terorganisir dalam skala besar. Koike (1983) menemukan bahwa sel-sel yang diisolasi dari UCB dapat tetap bertahan hidup dan masih mempunyai potensi untuk berdiferensiasi menjadi berbagai macam sel dalam garis hematopoietik in vitro setelah cryopreservation 5 . Salah satu implikasi temuan Keiko ini adalah bahwa sampel UCB bisa disimpan selama bertahun- tahun dalam nitrogen cair untuk kemudian digunakan dalam transplantasi di masa mendatang; ini merupakan prinsip dasar proses UCB banking. Dalam perkembangannya, UCB bank dapat digolongkan menjadi dua, yaitu public bank yang non- profit dan membuka akses bagi siapa saja yang membutuhkan Cermin Dunia Kedokteran No. 157, 2007 217