MEKANIKA Volume 11 Nomor 1, September 2012 31 MEKANISASI PROSES PENCACAHAN BAHAN PAKAN TERNAK DALAM PEMBUATAN PAKAN TERNAK FERMENTASI Didik Djoko Susilo 1 , Purwadi Joko Widodo 1 , Ubaidillah 1 1 Staf Pengajar – Jurusan Teknik Mesin – Universitas Sebelas Maret Kata Kunci : Mekanisasi pertanian Bahan pakan ternak Mesin pencacah Penggerak diesel Abstrak : Peningkatan kebutuhan pakan ternak domba tidak bisa dipenuhi dari sumber pakan alamiah. Pakan fermentasi menjadi alternatif solusi bagi pakan ternak domba. Peningkatan kapasitas produksi pakan ternak fermentasi dapat dilakukan melalui mekanisasi proses pencacahan bahan baku pakan ternak yang berupa rumput dan jerami. Tulisan ini membahas tentang perancangan dan pembuatan mesin pencacah pakan bahan ternak untuk meningkatkan kapasitas produksi pakan ternak fermentasi. Peracangan dilakukan melalui tahapan: perumusan masalah disain, pengumpulan informasi, penyusunan alternatif solusi, analisa dan pemilihan solusi, serta menguji dan mengaplikasikan solusi. Perancangan menggunakan bantuan software Autocad, sedangkan pembuatan menggunakan proses produksi konvensional. Hasil Rancangan berupa mesin pencacah bahan pakan ternak dengan spesifikasi sebagai berikut: Dimensi 110 x 100 x 90 cm, kapasitas 400-500 kg/jam, ukuran hasil cacahan jerami berukuran 1-6 cm, dan penggerak mesin diesel 8 pk, putaran 2600 rpm. Konstruksi utama mesin terdiri dari rangka baja profil U, satu set roll pisau pencacah, blower, sistem transmisi sabuk puli, dan hoper serta penampung hasil cacahan.. Bahan cacahan berupa jerami dan rumput dalam kondisi basah dan kering. PENDAHULUAN Pembangunan bidang pertanian untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan kesejahteraan petani memerlukan dukungan mekanisasi pertanian yang berkelanjutan, sehingga proses-proses dalam usaha pertanian dapat dikelola secara moderen. Mekanisasi pertanian ini akan mampu meningkatkan produktivitas, mutu, nilai tambah, efisiensi produksi dan mendorong munculnya industri alat dan mesin pertanian. Proses mekanisasi pertanian atau dengan kata lain penggunaan alat dan mesin dalam pertanian telah digunakan dalam berbagai bidang pertanian, antara lain dalam bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebuanan, dan peternakan. Pada bidang tanaman pangan, alat dan mesin pertaniaan digunakan dalam pengolahan lahan, pengendalian hama, panen dan pengolahan paska panen seperti penggunaan penyemprot hama dan mesin perontok padi. Dalam bidang hortikultura, mekanisasi pertanian dilakukan dalam pengolahan paska panen seperti penggunaan mesin grader buah, perajang, penggoreng vakum, dan pengering. Untuk bidang perkebunan mekanisasi diperlukan dalam pengolahan hasil-hasil perkebunan, seperti mesin pengolah kelapa sawit, karet dan lainnya. Sedangkan untuk bidang peternakan, mekanisasi diperlukan dalam penyediaan pakan dan bibit serta pengolahan produk. Jumlah alat dan mesin yang digunakan dalam pengolahan tanaman pangan semakin meningkat, seperti disajikan dalam grafik pada gambar 1 berikut ini: Gambar 1. Perkembangan Alat dan Mesin tanaman pangan 1995-2001. (Sumber: Balitbang Pertanian : 2005).