Seminar Nasional Dies Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Petra 4-5 Mei 2012 Towards Emphatic Architecture Menuju Arsitektur yang Berempati PELESTARIAN KAWASAN PECINAN KEMBANG JEPUN KOTA SURABAYA BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT Kartika Eka Sari 1 , Antariksa 2 , Eddi Basuki Kurniawan 3 ABSTRACT Goals’s research are to identify pyhsical, social, economic and culture’s characteristic of Kembang Jepun, analyze potention and issues related to Kembang Jepuns’s preservation and determined Kembang Jepun’s presevation concepts and strategies. Development and existence of Kembang Jepun was dominant in Dutch Colonial era through Region’s Law (Wijkenstel) enforcement in 1843. In existing, Kembang Jepun has 84,86% of trading and service land use with national, regional and city scale of service, 14,71% housing, 0,29% religion landuse and 0,14% office land use. Path system in Kembang Jepun consist of secondary artery, secondary collector and local path. Kembang Jepung corridor has 1012 smp/hour of LHR, 1799 smp/hour of capacity and scale of service in class C. Preservation strategy in Kembang Jepun consist of revitalitation strategies, identity creation of Kembang Jepun and herritage building;s preservation. Keyword: preservation, China Town, Kembang Jepun ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi karakter fisik, sosial, ekonomi dan budaya kawasan Kembang Jepun, menganalisis potensi masalah terkait pelestarian kawasan Kembang Jepun dan menentukan strategi pelestarian kawasan Kembang Jepun. Perkembangan dan eksistensi Pecinan semakin kuat pada masa pemerintahan Kolonial Belanda melalui pemberlakuan UU Wilayah (Wijkenstelsel) tahun 1843. Pada kondisi eksisting Kawasan Kembang Jepun memiliki penggunaan lahan perdagangan jasa (84,86%) dengan skala pelayanan nasional, regional dan kota, perumahan (14,71%), peribadatan berupa kelenteng (0.29%) dan kantor (0.14%). Jaringan jalan yang terdapat di wilayah studi terdiri dari jaringan jalan arteri sekunder, kolektor sekunder dan jalan lokal. koridor jalan Kembang Jepun memiliki nilai LHR sebesar 1012 smp/jam dengan kapasitas jalan sebesar 1799 smp/jam dan tingkat pelayanan C. Strategi pelestarian terdiri dari strategi revitalisasi kawasan, penciptaan identitas kawasan dan strategi pelestarian bangunan. Kata Kunci: pelestarian, pecinan, kembang jepun 1 Dosen Perencanaan Wilayah & Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang 2 Dosen Perencanaan Wilayah & Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang 3 Dosen Perencanaan Wilayah & Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang