Volume: III, Nomor: 2, Halaman: 10 - 26 , Juli 2011. Studi Pengamatan Tipologi Bangunan pada Kawasan Kauman Kota Malang, Imam Santoso Bani G. Wulandanu LOCAL WISDOM-JURNAL ILMIAH ONLINE, ISSN: 2086-3764 10 Studi Pengamatan Tipologi Bangunan pada Kawasan Kauman Kota Malang Imam Santoso¹, Beni G. Wulandanu² 1) FT Arsitektur Universitas Merdeka Malang: imasant_ars@yahoo.com 2) FT Arsitektur Universitas Merdeka Malang Abstract Kota Malang sebagai bagian dari pusat kekuasaan kerajaan Islam Jawa pada masa lalu, tidak bisa lepas dari model penataan dan perancangan serta tranformasi dari perubahan disain arsitektur yang ada ( Jawa / kolonial), baik yang menyangkut tata ruang maupun tipologi bangunan yang ada. Kampung Kauman Malang sebagai bagian dari ruang dalam kota secara tidak langsung terkena pengaruh dari transformasi disain Jawa ke kolonial pada masa itu dan tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan pengaruh dari perubahan aktivitas masyarakat kota pada masa kekinian. Kampung Kauman Malang sesungguhnya berada pada suatu zona kawasan kota yang kian terdesak oleh semakin pesatnya aktivitas perekonomian perkotaan. Kampung kota seperti ini biasanya dicirikan dengan aktivitas kegiatan penduduk yang ramai, merupakan daerah yang padat, mahal serta berakulturasi tinggi.Kampung Kauman Malang pada masa kini tidak lagi banyak didiami oleh penduduk asli, karena pengaruh berbagai macam faktor, yaitu : faktor ekonomi, faktor pendidikan, akulturasi, hubungan perkawinan, sehingga menyebabkan kecenderungan perubahan pada karakter masyarakatnya. Meskipun demikian tatanan masyarakat islami masih dipertahankan dengan keterlibatan aparat pemerintah serta warga setempat untuk ikut melestarikan norma-norma yang telah ada dari zaman dahulu. Kampung Kauman identik dengan mayoritas masyarakat Muslim yang bertempat tinggal dalam sebuah kampung. Asal-usulnya berkaitan dengan sejarah perkembangan Islam yang tersebar pada beberapa kota di Jawa yang dimotori oleh kerajaan Islam Jawa. Tradisi masa lalu, mengisyaratkan bahwa dalam perancangan tata ruang kota pada zaman pra-kolonial oleh para Sultan kerajaan Islam Jawa, mengharuskan pembangunan suatu perkampungan dibelakang Masjid Agung sebagai tempat tinggal bagi para ulama serta santri untuk mengajarkan serta mendakwahkan Islam atas permintaan Sultan pada masa itu. Kawasan Kauman Malang yang memiliki aset historis dan budaya sejak masa lampau, memerlukan perhatian yang serius dari pemerintah kota, untuk dikelola sedemikian rupa sehingga mampu menjadi ikon lain bagi perkembangan pariwista Kota Malang. Keywords – Malang, kampung Kauman, tipologi I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kampung Kauman identik dengan mayoritas masyarakat Muslim yang bertempat tinggal dalam sebuah kampung. Asal-usulnya berkaitan dengan sejarah perkembangan Islam yang tersebar pada beberapa kota di Jawa yang dimotori oleh kerajaan Islam Jawa. Adanya suatu tradisi dalam perancangan tata ruang kota pada zaman pra-kolonial oleh para Sultan kerajaan Islam Jawa, mengharuskan pembangunan suatu perkampungan dibelakang Masjid Agung sebagai tempat tinggal bagi para ulama serta santri untuk mengajarkan serta mendakwahkan Islam atas permintaan Sultan pada masa itu. Pada masa selanjutnya, dengan datangnya kolonial Belanda ke Indonesia banyak memberikan perubahan dalam perancangan tata ruang kota yang ada. Kontribusi yang disumbangkan oleh pemerintah Belanda dalam perancangan arsitektur baik yang berkaitan dengan tata ruang