1 TINJAUAN RENCANA PEMBANGUNAN INDUSTRI BESI BAJA DI KALIMANTAN SELATAN Oleh : Bambang Pardiarto Kelompok Program Peneliian Mineral SARI Kebutuhan bahan baku bijih besi untuk membuat baja di Indonesia terutama oleh industri strategis nasional PT. Krakatau Steel (KS) , hampir seluruhnya masih diimpor dari negara lain berupa pelet dalam jumlah yang cukup besar. Indonesia dengan kepulauannya memiliki sumber daya alam yang kaya. Salah satunya adalah potensi bijih besi yang keprospekannya terinventarisasi di Kalimantan Selatan. Total sumberdaya diperkirakan sekitar 500 juta ton. Mutu bijih besi didaerah ini cukup untuk diproses lebih lanjut dalam iron making dengan keluaran untuk pasokan steel making plant. Bijih besi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan bagi industri nasional dapat digunakan oleh PT. KS setelah melalui tahapan proses pengolahan diantaranya pemecahan & pengayakan, benefisiasi dan pelletizing/sintering. Proses pengolahan bijih besi lokal mulai dari penambangan, benefisiasi hingga pelletizing akan memberikan cost saving yang akan berkontribusi terhadap penurunan biaya bahan baku. Hal-hal tersebut menjadi pertimbangan terhadap rencana pembangunan industri besi-baja di Kalimantan Selatan yang merupakan upaya menuju kemandirian industri strategis nasional berbasis bahan baku lokal. ABSTRACT The demand of iron ore raw material for the steel making in Indonesia particularly in national strategic such as PT. Krakatau Steel are mostly imported from other countries as pellets in huge amount. Indonesia’s archipelago rich in natural resources. One of these is potency of iron ore which is located in South Kalimantan. Total resources are approximately 500 M ton. The quality of iron ore is enough to be advance processed in iron making with output to supply of steel making plant. Local iron ores that have not been utilized for the national industries can be used by PT. Krakatau Steel after following stage of manufacture processing such as splitting and sieving , beneficiation and palletizing/sintering. The manufacture processing local iron ore from mining, beneficiation until palletizing give cost saving that will contribute to decreasing of raw material fee. That’s all would become consideration to development plan of iron-steel industry in South Kalimantan as expedient to steer for strengthen national strategic industry based on local raw material.