Seminar Nasional IDEC 2014 ISBN: 978-602-70259-2-9 Surakarta,20 Mei 2014 EVALUASI KENYAMANAN TERMAL RUANG KELAS MAHASISWA (STUDI KASUS RUANG KELAS 303 JURUSAN TEKNIK MESIN UNS) Bambang Suhardi *1) , Pringgo Widyo Laksono 2) , dan Bekti Budisantosa 3) 1,3 Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi, Jurusan Teknik Industri UNS 2 Laboratorium Sistem Produksi, Jurusan Teknik Industri UNS Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126, Indonesia Email: bambangsuhardi_ugm@yahoo.co.id ABSTRAKS Kenyamanan termal merupakan hal yang perlu dipertimbangkan saat melakukan aktivitas dalam ruangan. Penelitian dilakukan pada ruang kelas 303 jurusan teknik mesin karena ruangan tersebut msih menggunakan sistem ventilasi alami. Sehingga dapat diketahui apakah sistem ventilasi tersebut masih dapat menjaga suhu ruangan tetap nyaman. Berdasarkan wawancara diperoleh hasil bahwa mahasiswa pengguna ruangan menginginkan kondisi termal ruangan yang lebih sejuk daripada kondisi yang ada pada saat ini. Sedangkan berdasarkan pengambilan data awal diperoleh hasil suhu ruangan yang lebih dari 30ÂșC. Pada penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu PPD, PMV dan HSI. Dari hasil yang didapatkan dapat diketahui bahwa ruangan tersebut tidak memenuhi standar kenyamanan termal yang ditetapkan oleh SNI sehingga perlu dilakukan perbaikan agar dapat meminimalisasi tekanan panas pada pengguna ruang kelas tersebut. Selain itu didapatkan hasil pengukuran tingkat ketidakpuasan pengguna yang cukup besar pada pengguna kelas tersebut. Perbaikan dilakukan dengan menggunakan beban pendingin yang berasal dari air conditioner karena laju aliran udara yang dibutuhkan untuk membuang panas dari dalam ke luar ruangan terlampau tinggi dan telah melebihi standar yang ditetapkan. Kata kunci: Kenyamanan termal, HSI, PMV, PPD PENDAHULUAN Kenyamanan termal suatu ruangan dapat disebabkan oleh faktor lingkungan maupun faktor internal yang disebabkan oleh pengguna itu sendiri. Dalam proses pembelajaran kuliah,selain karena ventilasi ruangan, pakaian yang digunakan mahasiswa mempunyai pengaruh terhadap kenyamanan termal yang dirasakan. Hal ini sesuai dengan standar kenyamanan termal yang dikeluarkan ASHRAE (2010) bahwa tingkat kenyamanan dapat dipengaruhi oleh suhu udara ruangan, kelembapan ruangan, pakaian, metabolisme, suhu radiasi dan kecepatan angin dalam ruangan. Oleh karena itu penting pengetahuan tentang kenyamanan termal agar tercipta suasana belajar mengajar yang lebih baik di pandang dari segi kenyamanan udara . Arah bangunan dan ventilasi yang ada juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kenyamanan. Susanti dan Aulia (2013) menyatakan bahwa arah bangunan yang menghadap atau membelakangi sinar matahari berpengaruh terhadap kenyamanan, selain itu letak maupun jumlah ventilasi yang terkait dengan pertukaran udara juga berpengaruh terhadap kenyamanan. Seiring kemajuan teknologi, dalam mengusahakan lingkungan menjadi lebih nyaman secara termal, salah satu caranya adalah dengan memasang mesin penyejuk yang biasa dikenal dengan air conditioner (Satwiko,2008). Faktor-faktor tersebut kurang diperhatikan dalam membangun sebuah ruangan. Karena kebanyakan hanya mempertimbangkan bentuk dan lahan yang tersedia. Kenyamanan ini juga disebabkan oleh faktor pemakaian jenis pakaian. Mahasiswa pada saat melakukan aktivitas perkuliahan tidak memperhatikan jenis bahan pakaian yang digunakan, mereka hanya mempertimbangkan desain dan gaya pakaian saja. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam melakukan aktivitas perkuliahan. Apalagi kondisi ventilasi dan kenyamanan termal ruang kuliah kurang diperhatikan. Penelitian dilakukan pada Gedung I ruang kelas 303 Jurusan Teknik Mesin, FT-UNS. Ruang kuliah ini masih menggunakan ventilasi berupa jendela dan memakai kipas angin untuk mendinginkan suhu ruangan. Material penyusun ruangan ini sebagian besar menggunakan kayu. Pemakaian kayu sebagai material bangunan menyebabkan ruangan menjadi lebih cepat panas, karena kayu mempunyai nilai resistan dinding lebih kecil dibandingkan batubata. Ruang kuliah 303 mempunyai banyak jendela untuk memudahkan penerangan cahaya alami masuk. Namun kondisi ini membuat efek radiasi sinar