Jurnal I lm iahWidya Teknik Vol. 13 --- No. 1 --- 2014 ISSN 1412-7350 *corresponding author 33 E-mail : hadi_santosa27@yahoo.com (Hadi Santosa) PERANCANGAN PREVENTIVE MAINTENANCE PADA MESIN CORRUGATING dan MESIN FLEXO di PT. SURINDO TEGUH GEMILANG Sandy Dwiseputra Pandi, Hadi Santosa*, Julius Mulyono Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Indonesia ABSTRAK PT. Surindo Teguh Gemilang (PT.STG) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur pembuatan corrugated carton box yang berlokasi di Gresik. PT. STG memiliki masalah berupa seringnya kerusakan yang timbul pada mesin utama produksi, yaitu mesin corrugating dan mesin flexo. Masalah ini menyebabkan berkurangnya jumlah waktu saat produksi sehingga tejadi kerugian yang besar. Langkah perawatan yang selama ini digunakan adalah mengganti komponen jika terjadi kerusakan. Pembuatan jadwal perawatan yang baru dilakukan dengan cara menentukan interval waktu perawatan optimal berdasarkan hasil perhitungan C(tp) terendah. Kemudian dilanjutkan dengan penggabungan jadwal agar mengurangi mesin berhenti untuk melakukan perbaikan dan meminimalkan kehilangan jam untuk mesin beroperasi. Perbandingan biaya perawatan sebelum dan sesudah penjadwalan, menghasilkan penghematan sebesar Rp 31,072,364 atau 22.16% jika dibandingkan dengan jadwal korektif perusahaan. Kata kunci : C(tp), Preventive Maintenance, MTTF (Mean Time to Failiure), MTTR (Mean Time to Repair) I. Pendahuluan Dalam industri manufacture, maintenance memegang peranan yang sangat penting. Hal ini disebabkan apabila mesin sering terjadi kerusakan pada tengah-tengah proses produksi maka proses produksi akan berhenti, sehingga menyebabkan produktivitas menurun, serta biaya maintenance yang besar. Oleh karena itu tidak heran jika perusahaan akan selalu berusaha menjaga fasilitas produksinya agar tetap bisa berjalan. Menurut Sofyan Assauri (1993) dalam usaha untuk dapat menggunakan terus fasilitas produksi tersebut, dibutuhkan kegiatan-kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang meliputi pengecekan, meminyaki, dan perbaikan/reparasi atas kerusakan-kerusakan yang ada serta penyesuaian/penggantian spare part atau komponen yang terdapat pada fasilitas tersebut. PT. Surindo Teguh Gemilang (PT.STG) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur pembuatan corrugated carton box. Lama perusahaan beroperasi adalah 24 jam sehari dengan 3 shift. Sistem produksi yang digunakan dalam perusahaan ini adalah sistem produksi make to order. Perusahaan mempunyai 2 departemen utama dalam proses produksi, yaitu departemen corrugating dan converting. Pada departemen corrugating ada mesin corrugating, dan pada departemen converting ada mesin flexo sebagai mesin utama. Kemudian ada mesin pendukung seperti mesin folder glue, mesin stitching, dan mesin strapping. Mesin corrugating dan flexo disebut mesin utama karena merupakan mesin yang berpasangan dimana kedua mesin ini memiliki peran penting dalam proses produksi sehingga tanpa kedua mesin ini corrugated karton box tidak bisa terbentuk. Saat ini masalah yang ada adalah seringnya kerusakan yang timbul pada mesin produksi, yaitu mesin corrugating dan mesin flexo. Kerusakan ini sangat mengganggu karena mengakibatkan downtime mesin yang menghambat proses produksi. Setelah dilakukan wawancara pada kepala divisi maintenance, rata-rata downtime perbulan yang dialami sekitar 10 jam. Downtime tersebut mengakibatkan kerugian yang besar. Langkah perawatan mesin yang dilakukan selama ini adalah berupa corrective maintenance yaitu mengganti komponen jika terjadi kerusakan. Mengenai masalah tersebut perusahaan berharap agar downtime bisa diminimalisir sehingga biaya perawatan menjadi lebih efisien. Oleh karena adanya masalah tersebut dilakukanlah pengusulan penjadwal perawatan baru yang dapat meminimalisasi total biaya perawatan dan perbaikan. II. Tinjauan Pustaka Perawatan adalah kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas atau peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian atau penggantian yang diperlukan agar supaya terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang direncanakan. Tujuan dari kegiatan perawatan adalah : 1. Kemampuan produksi dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan rencana produksi.