ISBN 978-979-19215-1-0 Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia 469 BIOSORPTION OF Pb(II) AND Cd(II) FROM AQUEOUS SOLUTION BY KARAMUNTING LEAF (Rhodomyrtus Tomentosa) Retno Agnestisia 1* , Iin Noor Fitriana 1 , Noer Komari 1 ABSTRACT Biosorption has been appearing as a useful alternative to conventional treatment systems for the removal of toxic metals from aqueous. The batch removal of Pb(II) and Cd(II) from waste water under different experimental conditions using karamunting leaf (Rhodomyrtus tomentosa) was investigated in this study. Effects of pH, biosorption time and adsorption capacities were studied. From the results of the experiments it was seen that the removal of Pb(II) by karamunting leaf was 7,48 mg/g at the solution natural pH (pH 5) and Cd(II) was 5,6 mg/g at the solution pH 4. The biosorptive removal efficiency of the Pb(II) ions from aqueous solution at optimum pH was achieved more than 7,48 mg/g for contact time 30 min and Cd(II) was achieved more than 3,92% for contact time 45 min. These results showed that the Rhodomyrtus tomentosa could be considered as a potential adsorbent for the removal of Pb(II) and Cd(II) ions from aqueous solutions. Keywords: Biosorption, Pb(II), Cd(II), Rhodomyrtus tomentosa. ABSTRAK Biosorpsi saat ini menjadi alternatif sederhana yang sangat bermanfaat untuk proses penghilangan logam toksik dari perairan. Pada penelitian ini telah dilakukan penghilangan logam Pb(II) dan Cd(II) dari limbah cair menggunakan daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) dengan sistem batch dengan beberapa parameter percobaan yaitu pengaruh pH, waktu kontak dan kapasitas adsorpsi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penghilangan Pb(II) menggunakan daun karamunting optimum pada pH 5 yaitu sebesar 74,8 mg/g dan Cd(II) optimum pada pH 4 yaitu sebesar 5,6 mg/g. Efisiensi biosorpsi untuk ion Pb(II) pada pH optimum tercapai dengan waktu kontak 30 menit sebesar 7,48 mg/g dan Cd(II) dalam waktu 45 menit sebesar 3,92 mg/g. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Rhodomyrtus tomentosa dapat dipertimbangkan sebagai adsorben yang potensial untuk Pb(II) dan Cd(II) dari larutan. Kata kunci: Biosorpsi, Pb(II), Cd(II), Rhodomyrtus tomentosa Pendahuluan Masalah pencemaran air yang disebabkan oleh limbah industri maupun oleh aktivitas manusia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Salah satu bahaya yang dapat menimbulkan masalah adalah tersebarnya logam berat dengan konsentrasi di atas ambang batas pada suatu lingkungan perairan (Rahman, 2006). Timbal (Pb) dan cadmium (Cd) merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini berisiko tinggi terhadap ginjal, sistem reproduksi, hati, sistem saraf dan pembuluh darah. Kedua logam ini berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal (Suhendrayatna, 2007). Oleh karena itu, perlu adanya penanganan khusus untuk mengurangi kandungan Pb(II) dan Cd(II) sampai pada nilai tertentu, yaitu baku mutu 0,03 mg/L dan 0,01 mg/L (Rahman, 2006). Beberapa studi telah dilakukan untuk mengurangi kandungan logam Pb(II) dan Cd(II), yaitu dengan penambahkan zat kimia tertentu, resin penukar ion (exchange resins) serta beberapa metode lainnya, seperti elektrodialisis, reverse osmosis dan proses biosorpsi. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak penelitian telah berfokus pada proses biosorpsi menggunakan biosorben dari limbah pertanian karena memiliki biaya rendah dan pengerjaanya juga relatif mudah (Suhendrayatna, 2007). Salah satu hasil limbah pertanian yang dapat digunakan sebagai biosorben adalah Rhodomyrtus tomentosa yang pada umumnya dikenal dengan sebutan karamunting. Rhodomyrtus tomentosa merupakan tumbuhan perdu yang tumbuh di lereng gunung, semak belukar dan berasal dari kawasan Kalimantan Selatan. Di daerah Kalimantan Selatan, ekstrak daun karamunting sendiri merupakan limbah dalam pembuatan obat tradisional yang tidak dimanfaatkan dan digunakan lagi. Oleh karenanya, limbah tersebut perlu dimanfaatkan khususnya dalam proses biosorpsi sebagai biosorben karena mengandung biopolimer