Cerita Anak dan Pembentukan Karakter Titien Diah Soelistyarini Universitas Airlangga Pendahuluan Mencuatnya berbagai kasus di kalangan pelajar akhir-akhir ini, mulai dari kasus contek masal, tawuran antar pelajar, kekerasan antar genk hingga kasus video porno telah membuat sejumlah kalangan prihatin dengan masa depan generasi muda penerus bangsa. Hal inilah yang kemudian mendorong lahirnya pendidikan karakter yang sesuai dengan pedoman dari Kementerian Pendidikan Nasional ditujukan untuk membentuk insan kamil. Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Oleh karena itu, pembangunan karakter sudah menjadi amanat dalam pendidikan dan menjadi kewajiban bersama untuk mewujudkan manusia Indonesia yang berakhlak, bermoral dan beretika. Pembentukan karakter anak memang tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Dibutuhkan proses panjang dalam waktu yang lama serta dilakukan secara terus-menerus dan yang penting lagi adalah penggunaan metode yang tepat dan efektif. Salah satu cara menyenangkan yang dapat digunakan untuk membentuk karakter anak adalah melalui cerita. Mengapa cerita dan cerita seperti apa yang dapat digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai moral pembentuk karakter pada anak? Pertanyaan-pertanyaan ini akan dijawab dalam tulisan ini untuk mmbantu guru dan orang tua dalam memanfaatkan cerita anak untuk pembentukan karakter. Sebelumnya akan dibahas secara singkat apa itu cerita anak dan nilai-nilai apa saja yang penting untuk ditanamkan pada anak sejak dini.