SHALAT ADALAH YANG PERTAMA KALI DI HISAB. Dari Huraits bin Qabishah, ia berkata : Saya sampai di Madinah. Ia berkata : "Wahai Allah mudahkanlah bagiku (mendapat) teman duduk yang baik. Lalu saya duduk kepada Abu Hurairah ra. Ia berkata : Saya berkata : "Saya berdo'a kepada Tuhan (Allah) Yang Maha Mulia dan Maha Besar -untuk memudahkan bagiku teman duduk yang baik, maka sampaikanlah kepadaKu hadits yang kamu dengar dari Rasulullah saw.- Semoga Allah memberi manfaat kepadaku dengan itu". Ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Sesungguhnya sesuatu yang paling dulu dihisab pada hamba adalah shalatnya. Jika shalat itu baik maka ia telah menang dan sukses. Jika shalatnya rusak maka ia telah merugi". Hammam berkata : Saya tidak tahu, ini dari perkataan Qatadah atau riwavat. Jika dari fardhunya ada kekurangan- kekurangan, Allah berfirman : "Lihatlah, apakah hambaKu mempunyai shalat sunnat, maka fardhu yang kurang itu dapat disempurnakan. Kemudian demikian itu caranya dalam menghisab seluruh amalnya". (Hadits ditakhrij oleh An Nasa'i). Keterangan : Dalam hadits tersebut dikatakan bahwa shalat merupakan amal yang pertama kali ditanyakan di dalam kubur, jika baik shalatnya maka sesungguhnya ia telah menang, namun sebaliknya jika rusak shalatnya maka ia telah merugi. Bagaimana agar shalat kita baik ? 1. Sempurnakan wudhunya seperti wudhu Nabi 2. Kebersihan tempat dan pakaian untuk shalat 3. Baik dan fasih bacaan shalat 4. Benar gerakan dan tuma’ninah ( tenang) dalam shalat 5. Sungguh-sungguh dan khusyu dalam shalat (konsentrasi) Kemudian dikatakan juga, bahwa Allah berfirman :” lihatlah, apakah hambaKu mempunyai shalat sunnah, maka fardhu yang kurang itu dapat disempurnakan. Kemudian demikian itu caranya dalam menghisab seluruh amalnya”. apabila kita sering melakukan shalat sunnah, maka shalat sunnah tersebut akan menjadi penyempurna bagi shalat fardhu kita yang tertinggal karena sebab. Adapun macam-macam shalat sunnah : 1. Shalat rawatib ; yaitu shalat yang mengiringi shalat fardhu, sebelum atau sesudahnya shalat fardhu. Misalnya, shalat 2 rokaat sebelum dhuhur atau 2 rokaat sesudah dhuhur 2. Shalat witir yaitu shalat penutup di lakukan pada malam hari, jumlah rokaatnya harus ganjil. 3. Shalat tarawih ; yaitu shalat yg di lakukan setiap malam Ramadhan 4. Shalat tahajud ; yaitu shalat di pertiga malam 5. Shalat dhuha ; yaitu shalat yang di kerjakan ketika matahari mulai meninggi. (pagi hari) 6. Shalat hajat ; shalat memohon kepada Allah untuk hajat tertentu 7. Shalat tasbih ; shalat yang bacaannya terdapat bacaan tasbih 8. Shalat istikharah ; shalat mohon petunjuk kepada Allah atas 2 pilihan agar diberikan yang terbaik.