YIN FENG-SHUI  AWAL FALSAFAH TERAPAN VERNAKULAR Sugiri Kustedja 1 , Antariksa Sudikno 2 dan Purnama Salura 3 1 Mahasiswa Program Pasca Sarjana. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan. Bandung. ibcindon@rad.net.id 2 Profesor Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. 3 Dosen pada Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan. Abstrak Feng-shui konsep worldview vernacular terbukti dapat bertahan ribuan tahun hingga sekarang. Tulisan ini bertujuan menelusuri awal konsep fengshui, sehingga dapat dipahami falsafah dasarnya. Analisis ditelusuri secara hermeneutik mengacu pada naskah kuno Zang shu; ; ; Kitab Penguburan, dikatakan sebagai karya Guo-pu  (276-324 CE), dari masa dinasti Jin Timur; Dong Jin; ;(317-420). Buku ini diyakini merupakan awal pertama kali sejarah istilah feng – shui diuraikan secara tertulis (merupakan sourcebook). Hasil penelitian ini mengungkap bahwa feng-shui sekarang telah bertransformasi menjadi sangat beragam aliran. Manfaat dari penelitian ini agar para praktisi dapat memiliki pembanding dalam penerapan masa kini. Melengkapi tulisan ini dilampirkan terjemahan Zang shu; dalam bahasa Inggris. Kata kunci: geomancy, kosmologi, feng-shui (angin-air), kan-yu (aturan langit-bumi), Zang-shu (Kitab penguburan), yin-zhai (hunian yin), yang- zhai (hunian yang). 1. YIN FENG-SHUI AWAL SUATU FALSAFAH TERAPAN VERNAKULAR Feng-Shui . Sangat menarik untuk memperhatikan gejala popular sekarang: Mengapa masyarakat kontemporer sekarang, dari beragam lapisan masyarakat (terutama etnis Tionghoa) sampai pun yang telah berpendidikan tinggi secara akademi masih tertarik - pada taraf tertentu meyakininya – menjadikan feng-shui  merupakan salah satu dasar utama dalam pengambilan keputusan untuk menentukan pilihan tempat bermukim. Feng-shui merupakan falsafah kuno; worldview dalam budaya Tionghoa yang dalam perjalanan sejarah ribuan tahun terus-menerus mengalami mutasi, transformasi dan kombinasi dari berbagai faham yang muncul dalam budaya masyarakat. Suatu niatan untuk dapat memahami secara historis hakekat awal sebenarnya faham feng-shui - bila mungkin mendekati semacam eksegese - akan menemui kesulitan utama dari kenyataan tidak pernah ada sumber acuan tertulis utama yang merupakan pedoman terpakai oleh mereka semua yang merasa dirinya sebagai praktisi feng-shui . Masing-masing stake-holders akan menerapkan interpretasi dan mengaplikasikan teori sesuai latar belakang pengetahuan, budaya dan perbendaharaan vocabulary nya.